Pembangunan Ekonomi Dan Ketimpangan Pendapatan Antarprovinsi Di Koridor Ekonomi Indonesia, 2005-2013
Susianti (Adv.: Mudrajad Kuncoro, Prof.Dr.,M.Soc.Sc.), Mudrajad Kuncoro, Prof.Dr.,M.Soc.Sc.
Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren ketimpangan pendapatan dan dan PDRB per kapita yang terjadi di Koridor Ekonomi Indonesia yang meliputi Koridor Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, dan Papua-Kep.Maluku, untuk menganalisis sejauh mana hipotesis Kuznets berlaku di Koridor Ekonomi Indonesia, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Indonesia selama periode 2005-2013 yang meliputi PDRB per kapita, keterbukaan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, dan Tingkat Pengangguran Terbuka.
Analisis ini menggunakan analisis data panel pada 33 provinsi dengan menganalisis berdasarkan koridor ekonomi yang ada di Indonesia selama periode 2005-2013. Sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tren, analisis hipotesis Kuznets, dan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan metode Panel Least Square dan diolah dengan Program Eviews 6 dan SPSS versi 20.
Dengan menggunakan analisis tren, hasil empiris dari studi ini menunjukkan bahwa hampir semua koridor ekonomi di Indonesia terjadi kenaikan tren ketimpangan dalam bentuk kubik selama periode 2005-2013, kecuali Koridor Papua-Kep.Maluku yang mempunyai kecenderungan tren linier. Dan hampir semua koridor ekonomi juga terjadi kenaikan tren PDRB per kapita dalam bentuk kubik selam periode 2005-2013, kecuali Koridor Bali-Nusa Tenggara dalam bentuk linier dan Koridor Papua-Kep.Maluku dalam bentuk kuadratik. Selanjutnya, dengan analisis hipotesis Kuznets ditemukan bahwa hipotesis Kuznets tidak berlaku di semua koridor ekonomi Indonesia selama periode 2005-2013. Hanya Koridor Kalimantan yang teridentifikasi terbukti berlaku hipotesis Kuznets selama periode 2005-2013. Sedangkan berdasarkan uji Lagrange memilih random effect model untuk menentukan model estimasi yang tepat dan terbaik digunakan untuk mengetahui pengaruh PDRB per kapita, keterbukaan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia dan Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia periode 2005-2013. Dengan tingkat kepercayaan 5 persen, hasil analisis regresi data panel menunjukkan keterbukaan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, dan Tingkat Pengangguran Terbuka berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Sedangkan ketimpangan pendapatan provinsi-provinsi di Koridor Sumatera lebih rendah 11,83 persen dibandingkkan ketimpangan pendapatan provinsi-provinsi di Koridor Bali-Nusa Tenggara selama periode 2005-2013.
This study aims to identify trends of income inequality (Gini ratio) and economic growth (GRDP per capita) in IndonesiaÂ’s economic corridor which include Sumatra, Java, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara and Papua-Kep.Maluku corridors. Then analyzed the extent to which the Kuznets hypothesis applies in each of IndonesiaÂ’s Economic Corridor. Furthermore, analyzing the factors that affect income inequality among provinces in Indonesia, which include GRDP per capita, economic openness, Human Development Index (HDI) and unemployment rate.
This analysis uses panel data analysis in 33 provinces by analyzing based on the existing economic corridors in Indonesia during the period 2005-2013. While the analysis used in this research is the analysis of trends, Kuznets hypothesis analysis, and multiple linear regression analysis using Panel Least Square method and processed with Eviews Program and SPSS version 20.
By using trend analysis, empirical results of this study show that almost all the economic corridors in Indonesia there is an increase in inequality trends over the period 2005-2013 cubic form, except Papua-Kep.Maluku corridor which have a tendency linear trend. And almost all the economic corridors is also an increase in the trend of GRDP per capita in the cubic term during period 2005-2013, except Bali-Nusa Tenggara corridor in the form of linear and Papua-Kep.Maluku corridor in quadratic form. Furthermore, the analysis found that the Kuznets hypothesis, Kuznets hypothesis does not apply in all the corridors of the Indonesian economy during the period 2005-2013. Only Kalimantan Corridor identified Kuznets hypothesis proved to be valid during the period 2005-2013. While the test is based on Lagrange choose a random effect model to determine the appropriate models and best estimates are used to determine the effect of GRDP per capita, economic openness, the Human Development Index and unemployment rate for income inequality in Indonesia period 2005-2013. With a confidence level of 5 percent, the results showed the panel data regression analysis of economic openness positive and significant effect on income inequality, Human Development Index negative and significant effect on income inequality, and the unemployment rate negative and significant effect on income inequality. While income inequality provinces in Sumatra Corridor lower income inequality 11.83 percent than the provinces in Bali-Nusa Tenggara Corridor during the period 2005-2013.
Kata Kunci : income inequality, economic growth, IndonesiaÂ’s Economic Corridor, Kuznets hypothesis, panel data, ketimpangan pendapatan, pertumbuhan ekonomi, koridor ekonomi Indonesia.