PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM YANG DIUKUR DENGAN PERSENTASE SPREAD SELAMA PERIODE KRISIS (1997-1999)
SUSANTI, MERRY (pembimbing: DR. INDRA WIJAYA KUSUMA, MBA.), DR. INDRA WIJAYA KUSUMA, MBA.
Alasan dilakukannya stock split dan bagaimana pengaruhnya telah diperdebatkan oleh banyak peneliti. Stock split dianggap hanya merupakan perubahan yang bersifat kosmetik, hanya mempengaruhi jumlah lembar saham yang beredar tanpa merubah proporsi kepemilikan investor. Survey yang dilakukan atas motivasi manajer yang melakukan pemecahan saham menunjukkan untuk menarik lebih banyak pemegang saham, meningkatkan likuiditas saham clan menjaga agar harga saham tetap berada pada tingkat yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kembali secara empiris bahwa stock split berpengaruh pada volume perdagangan, persentase spread, resiko saham, dan likuiditas saham yang diukur dengan menggunakan persentase spread selama periode krisis di Indonesia
Penelitian ini menguji 66 perusahaan yang terdiri atas 33 perusahaan yang melakukan stock split dan 33 perusahaan yang tidak melakukan kebijakan apapun selama 1 Agustus 1997 sampai dengan 31 Desember 1999. Pengujian beda dua rata-rata untuk menguji beberapa hipotesa mengenai perbedaan dua rata-rata untuk volume, persentase spread, dan resiko sebelum dan setelah stock split. Kemudian, analisis regresi berganda digunakan untuk menguji hubungan dan pengaruh stock split terbadap persentase spread.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan untuk volume perdagangan sebelum dan setelah stock split dan terdapat pengaruh variabel harga terhadap persentase spread yang signifikan selama periode krisis.
The reason for and the effects of stock splits have long intrigued researchers. Split appears to be cosmetics changes, affecting only the number of outstanding shares without changing the relative ownership among shareholders. S1.D"Veys of managers' motivations for splitting indicate attracting more shareholders to the company, increasing the liquidity of the stocks, and keeping the stock price in the optimal trading range. The objective of this research is to verify empirically that stock splits had effects on trading volume, percentage spread, risk, and liquidity as measured by percentage spread on crisis period in Indonesia
This research examines 66 companies consist of 33 companies which did stock splits in Jakarta Stock Exchange and 33 companies which did not split, bonus shares, etc. during August 1997 to December 1999. A paired-difference test is used to test some hypothesis about the difference between two means for trading volume, percentage spread, and risk before and after stock splits. Furthermore, the multiple regression analysis is used to examine the relation and effect of stock splits on percentage spread.
Overall, the result of this research indicates that there are significant differences among trading volume before and after stock splits. Also percentage spread is affected significantly by stock price on crisis period .
Kata Kunci : Stock Split, Likuiditas saham, pasar saham,