ABNORMAL RETURN DENGAN STRATEGI ANALISIS FUNDAMENTAL
SURYANINGRUM, ANIK(Adv.:Dr. Jogivanto Hartono. M, MBA., Akt.), Dr. Jogivanto Hartono. M, MBA., Akt.
Beberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa harga saham ternyata gagal untuk merefleksikan dengan segera publikasi informasi yang tersedia, khususnya
informasi mengenai earnings. Berdasarkan kenyataan ini, maka dicari alternatif lain yang diharapkan dapat digunakan untuk menentukan harga saham dengan lebih baik.
Laporan keuangan berisi informasi yang cukup bagi investor untuk dapat membuat analisis mengenai perusahaan yang bersangkutan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data yang terdapat dalam laporan keuangan (data fundamental). Sampel penelitian diambil secara purposive random sampling terhadap perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) selama tahun 1995 dan
1996 dan sahamnya aktif diperdagangkan selama periode tersebut. Diperoleh sebanyak 34 perusahaan yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Penelitian ini menggunakan 6
sinyal fundamental, yaitu: persediaan (PERSD), piutang dagang (PD), pengeluaran modal(PM), margin kotor (MK), biaya penjualan dan administrasi (P&A), dan pajak efektif
(PE). Sinyal fundamental diukur dengan menggunakan model perubahan rata-rata selama 2 tahun sebelumnya. Sedangkan abnormal return dihitung dengan menggunakan model disesuaikan rata-rata dan model disesuaikan pasar. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana untuk mengetahui besarnya hubungan
antara masing-masing sinyal fundamental (univatiate regression), maupun seluruh sinyal fundamental (multivariate regression) terhadap CAR (cumulative abnormal return). Model regresi yang digunakan adalah:
CAR ii = a + b1 PERSDii + b2 PDit + b3PMit+ b4 MKit + b5 P&Ait + b6 PEit + eit. Hasil empiris menunjukkan bahwa sinyal margin kotor (MK) mampu memprediksi abnormal return secara signifikan, yaitu dengan signifikansi nilai t sebesar 0,0726 (model disesuaikan rata-rata) dan sebesar 0,0165 (model disesuaikan pasar). Sedangkan kelima sinyal yang lain ternyata tidak mampu memprediksi abnormal return
secara signifikan karena analisis statistik menunjukkan signifikansi nilai t yang lebih besar dari 0,1, masing-masing yaitu: PERSD = 0,4933 dan 0,2938, PD = 0,2171 dan
0,3119, PM = 0,2682 dan 0,3076, P&A = 0,1758 dan 0,2691, dan PE = 0,2208 dan 0,2333 ( masing-masing untuk model disesuaikan rata-rata dan model disesuaikan pasar)
Many previous researchs have proved that stock prices fail to immediately reflect publicly available information. especially earnings news. Based on this fact, it is seen
another alternative which is hope can used to determine the stock prices well. The financial statementcontain of information for the investor to making on analysis about the related company This research is done by using data which is in the the financial statement (fundamental data).
The sample of research is taken by purposive random sampling to the manufacturing company listed in Jakarta Stock Exchange (JSX) between 1995 and 1996 and the stock is actively traded in that period. The result is 34 companies which have the criteria decided. This research uses 6 fundamental signals, that are: inventory (PERSD),
.account receivable (PD), capital expenditures (PM), gross margin (MK), selling and administrative expenses (P&A) and effective tax rate (PE). The fundamental signals are
measured by using the average changing for two years before model. The abnormal return is counted by using mean-adjusted model and market-adjusted model. The
hypotesses experiment is done by a simple regression analysis to know about the relationship among fundamental signals (univariate regression), as well as fundamental
signals(multivariate regression) to CAR (cumulative abnormal return). The used rearesion model is:
CARi,t = a +b1PERSDit+ b2Pdit+b3PMit+b4 MKit + b5 P&Ait + b6PEit+ eit The empirical result show that gross margin signal (MK) is able to predict the abnormal return significantly, that is the significant of t value is 0.0726 (mean-adjusted model) dan 0.0165 (market-adjusted model). The others 5 signals are unable to predict
abnormal return significantly because the statistic analysis shows that the significant of t value is more than 0.1, they are: PERSD = 0.4933 and 0.2938, PD = 0.2171 and 0.3119, PM = 0.2683 and 0.3076, P&A = 0.1758 and 0.2691, and PE = 0.2208 and 0.2333 (which for mean-adjusted model and market-adjusted model).
Kata Kunci : abnormal return, analisis fundamental, sinyal fundamental, efisiensi pasar