Laporkan Masalah

Persepsi Nasabah dan Karyawan Bank Syariah terhadap Kemanfaatan Laporan Nilai Tambah

Surya, Muhammad; Taufikur Rahmah, S.E., M.B.A. (pembimbing), Taufikur Rahmah, S.E., M.B.A.

2010 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai persepsi nasabah dan karyawan bank syariah terhadap manfaat laporan nilai tambah syariah dan mendapatkan bukti empiris tentang persepsi nasabah dan karyawan bank syariah terhadap pentingnya penyajian laporan nilai tambah. Nilai Tambah adalah instrumen untuk mengukur laba, sebagai jalan keluar manajemen untuk memenuhi tugas akuntansinya pada berbagai kelompok kepentingan dengan mengarahkan pada akuntansi yang lebih luas daripada yang telah ada pada laporan laba rugi dan laporan neraca. Dalam laporan nilai-tambah, jumlah rupiah penjualan mengukur kemakmuran total yang diciptakan oleh kesatuan usaha bersama. Untuk mengukur nilai-tambah, jumlah rupiah penjualan harus dikurangi dengan kos bahan baku dan overhead nontenaga kerja karena keduanya merupakan nilai-tambahan yang diciptakan oleh institusi sosial lainnya yang ditransfer ke kesatuan usaha bersama. Jadi, secara ekonomik, nilai-tambah yang dilaporkan hanyalah yang diciptakan oleh kesatuan usaha bersama tersebut. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah dengan menggunakan metode studi pustaka dan menyebarkan kuesioner untuk mendapatkan data yang bersifat persepsi. Sampel dari penelitian ini adalah 34 orang karyawan dan 20 orang nasabah Bank Syariah di Yogyakarta yang dipilih berdasarkan metode pemilihan non acak berdasarkan pertimbangan (judgment sampling) pemahaman responden terhadap laporan keuangan dan pertimbangan kepraktisan dan kemudahan. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, peneliti mengajukan lima hipotesis: HA1 : Persepsi karyawan dan nasabah mendapat informasi mengenai pertanggungjawaban sosial bank dari laporan nilai tambah; HA2 : Persepsi karyawan dan nasabah mendapat informasi dari laporan nilai tambah tentang seberapa besar nilai tambah yang diperoleh perusahaan dan berapa kompensasi yang mereka dapatkan dari nilai tambah tersebut; HA3 : persepsi karyawan dan nasabah menganggap laporan nilai tambah bermanfaat karena memberikan informasi tentang sejauh mana keadilan dan kewajaran dalam distribusi nilai tambah; HA4 : Persepsi karyawan menganggap laporan nilai tambah bermanfaat karena memberikan informasi yang absah sebagai dasar perhitungan reward dan penghargaan atas kinerja; HA5 : Persepsi karyawan dan nasabah menganggap perlu bank syariah menyajikan laporan nilai tambah. Untuk menguji Hipotesis diatas, peneliti menggunakan cara dengan membandingkan rata-rata jawaban responden dengan rata-rata harapan. Hasil perbandingan rata-rata ini diuji signifikasinya dengan menggunakan uji binominal (teknik statistik non parametrik). Hasil dari penelitian ini adalah HA1, HA2, HA3, HA4, dan HA5 diterima.




Kata kunci: nilai tambah, laporan nilai tambah, persepsi karyawan dan nasabah, bank syariah.

This study aims to obtain empirical evidence about the perceptions of customers and employees of Islamic banks to the value-added statement benefits and obtain empirical evidence about the perceptions of customers and employees of Islamic banks on the importance of presenting the added value statement. Value Added is an instrument to measure income, as a solution to fulfill the task of accounting in a variety of interest groups by directing the accounting broader than that already exist in the income statement and balance sheet statement. In the value-added statement, total sales dollars measures the total wealth created by the business entity together. To measure the value-added, total sales dollars should be reduced by cost of raw materials and overhead non-labor since they are all value-added created by other social institutions were transferred to a business entity together. So, in economic, value-added is reported only created by the joint entity. The method used for data collection is to use library research methods and disseminate questionnaire to get the data that is perception. Samples from this study is 34 employees and 20 customers of Islamic Bank in Yogyakarta, which are selected based on non-random selection method based on the consideration (judgment sampling) understanding of respondents to the financial statements and considerations of practicality and convenience. To achieve the goal of this study, the researchers propose five hypotheses: HA1: Perceptions of employees and customers get information about the social responsibility of banks value added statement; HA2: Perceptions of employees and customers get information from the reports about how much value added obtained by the company and how compensation they get from the value added; HA3: perceptions of employees and customers consider value-added statement useful because it provides information about the extent to which justice and fairness in the distribution of value added; HA4: Perceptions of employees think the report is useful because it provides value added information as a basis for legitimate calculation of rewards and awards for performance; HA5: Perceptions of employees and customers of Islamic banks should consider presenting the value added statement. To test the hypothesis above, researchers used method to compare the average respondent's answer to the average expectation. The comparison of this average significance tested using a binomial test (non-parametric statistical techniques.) The results of this research is HA1, HA2, HA3, HA4, and HA5 accepted.




Keywords: added value, added value statement, the perception of employees and customers, Islamic banks.

Kata Kunci : Perbankan; Persepsi Nasabah; Persepsi Karyawan; Bank Syariah; Laporan Perbankan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.