Laporkan Masalah

Analisis Pola Pertumbuhan Ekonomi Antar Daerah di Propinsi Bengkulu

Sunoto (Adv.: Dr. Amiruddin Ardani, MA), Dr. Amiruddin Ardani, MA

2015 | Tesis | S2 Economics

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pertumbuhan yang terjadi di masing-masing Dati II dalam wilayah Propinsi Bengkulu. Dari pertumbuhan tersebut kemudian dilihat tingkat ketimpangan yang terjadi sebagai dampak dari perbedaan pertumbuhan masing- masing daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari BPS Propinsi Bengkulu maupun BPS Dati II serta dari BAPPEDA Propinsi Bengkulu. Untuk tujuan analisa maka dari beberapa data yang tidak konsisten dilakukan beberapa perubahan. Adapun metode analisis yang digunakan adalah Klassen Typologi , Indek Williamson, Mix-Share Analysis serta metode LQ. Sedangkan untuk melihat tingkat percepatan pembangunan antar daerah digunakan metode penggabungan antara Mix Share dengan rumus pertumbuhan bunga majemuk. Sementara analisa regresi digunakan untuk melihat pengaruh subsidi terhadap perekonomian di Propinsi



Bengkulu. Dari beberapa alat analisa yang digunakan tersebut diperoleh hasil sebagai berikut :



1. Dengan mendasarkan pada tingkat laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita , maka Kotamadya Bengkulu tergolong sebagai daerah yang maju dan tumbuh cepat, Kabupaten Bengkulu iltara tergolong sebagai daerah yang berkembang cepat dan Kabupaten Rejang Lebong termasuk daerah yang maju tapi tertekan sedangkan Kabupaten Bengkulu Selatan sebagai daerah yang kurang berkembang. Dalam kurun waktu tahun 1985 sampai dengan tahun 1993 daerah yang mengalami percepatan pembangunannya adalah Kabupaten Rejang Lebong yaitu selama 1 tahun 3 bulan lebih cepat bila dibandingkan dengan ratarata Propinsi. Sedangkan daerah yang mengalami kelambatan dalam pelaksanaan pembangunannya adalah Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu selama 4 tahun 3 bulan. Kondisi demikian membawa dampak bagi Kabupaten Bengkulu Selatan, yaitu jika ingin mengejar ketinggalan



dalam pelaksanaan pembangunan maka daerah ini harus mampu tumbuh sebesar 14.1 % per tahun selama satu pelita.



2. Pertumbuhan ekonomi yang eukup tinggi di tingkat Propinsi yaitu 8,9 % per tahun ternyata membawa akibat semakin senjangnya pemerataan pendapatan antar daerah tinkat II. Hal ini terbukti dengan nilai koeffisien Indek Wiliiamson sebesar 0,25 pada tahun 1983 menjadi 0.46 pada tahun 1990 dan turun menjadi 0,38 pada tahun 1993.



3. Untuk memperkecil tingkat kesenjangan tersebut diatas sudah barang tentu masing-masing daerah harus berusaha untuk meningkatkan PDRB nya dan memilih sektor - sektor yang berpotensi dan unggul.



4. Dengan menggunakan analisa regresi terlihat bahwa variabel subsidi dari pusat dan pendapatan asli daerah ternyata berpengaruh secara significant terhadap perkembangan ekonomi di Propinsi Bengkulu. Dengan demikian maka hipotesa telah terbukti.

The purpose of this research is to Analyze of growing in each regency in Province Bengkulu area. From those growth would to control, how imbalance of level were happend as an impact of diference growth ini each area. This receacrh has been secondary data by BPS province Bengkulu or BPS in autoromous administratip region, and from BAPPEDA province Bengkulu. For purpose of this analysis from uncomplitly of data must have sama changes. Some method ini analysis such as; Klassen typologi, indeks Williamsons, mix-share analysis, and LQ method. Whereas to controlling level of aceleration/ speeding up of development in each area is using fusion between mix-share method and formula of growing compound interest. While regression analysis is for inspect influence subsidy with economy in province Bengkulu. Thoe some accessories analysis would have some out put like ;



1. Base on level rate of growth of economy and income per capita, so Bengkulu municipality would be classified as one of progress territory and fast growth. South of Bengkulu regency as fast progress area, and also Rejang Lebong regency but South of Bengkulu regency as vile area. Between 1985 till 1995 there area has been fast developing is Rejang Lebong regency, that is for one year and three month more fast if to compare with average of those Province. Whereas there area has been less(poor) development is south of Bengkulu regency that four years and three month. Condition like this of cuorse will have influence to those regency and if it want to catch up developing so this area must has growth of economy about 14,1 % per year for five year plan.



2. With higt level of growth economy i this province is 8,9 % per year apparently has result like aysimmetry even distribution of income of eacf regency. This is be proven on Index Williamsons coefficient as big as 0,25 in 1983 become 0.46 in 1990 and



result become 0.38 in 1993.



3. To make smaller of asymmetry level upon of course each area must try in increase his PDRB and choose some sector which potensial and superior.



4. With using analysis regresion would be see that subsidy variabel of central and product of terrirtory has influence as significant to developing of economy in province Bengkulu. Thus hypothesis was



Evidenced

Kata Kunci : Pertumbuhan ekonomi, Economic Growth, economic Development.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.