Laporkan Masalah

Penerapan Model Standar Analisa Belanja (SAB) pada bagian Perlengkapan Setda Kota Blitar tahun 2006

Sumiati (Adv.: Dra. Sri Handaru Y., MBA), Dra. Sri Handaru Y., MBA

2013 | Skripsi | S1 Extention - Management

Penelitian ini bertujuan untuk:menghitung besarnya biaya rata-rata, menghitung standar analisa belanja, dan menghitung kebutuhan belanja yang wajar sesuai dengan beban unit kerja. Penelitian dilakukan pada Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kota Blitar tahun 2006. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber pada Bagian Perlengkapan Setda Kota Blitar, Bagian Hukum dan Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota Blitar. Metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan yaitu penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Sub Bagian Pengadaan dengan kegiatan Pengadaan pakaian Dinas Khusus dengan lima aktivitas yang masing-masing mempunyai target kinerja yang berbeda dari kegiatan tersebut dapat dihitung SAB kegiatan yaitu Rp71,99S,S30,- mengalami Underfinancing sebesar Rp27,33S,530 (37,97%) sedangkan untuk: Kegiatan pengadaan Pakaian Dinas Harian diperoleh perhitungan SAB sebesar Rp638,223,229 dengan target kinerja 5.000 Stel mengalami underfmancing sebesar Rp30,723,229,- (4,8%). Kegiatan pada Sub Bagian Analisa Kebutuhan dan Inventarisasi Aset dengan 4 kegiatan yang terdiri dari 17(tujuh belas aktivitas) memiliki SAB sebesar RpSOS,261,631 dengan target kinerja yang berbeda-beda mengalami underfinancing sebesar Rp60, 141,631 (11,9%). Pada Kegiatan Pengembangan SIMBADA dengan target kinerja 100 orang memiliki SAB sebesar Rp230,003,271,- berdasarkan pendekatan Comparative Budget Statement mengalami overfinancing sebesar Rp2S,136,729 (10,9%). Untuk: Kegiatan pada Sub Bagian Pemeliharaan yaitu pengadaan seragam olah raga dengan target kinerja 5.000 Stel memiliki SAB sebesar Rp483,746,469,- mengalami underfinancing sebesar Rp

31,386,469,-

This research aimed to calculate average cost, standard expenditure analysis, and normal needs for expenditure according to load of working unit. This research was conducted in equipment section of Blitar's Local Secretariat. Data was obtained from the Equipment section, Legal section of Blitar's Local Secretariat. It used two approaches: field research and literary research. Results of the research indicate that in procurement section whose task is procuring special uniform with five activities having different targets SAB of the activity was Rp71,995,530 undergoing underfinancing of Rp27,335,530 (37,97%).While for procurement of daily uniform SAB was Rp638,223,229 with target of 5,000 pairs, undergoing underfinancing of Rp30,723,229,- (4,8%). Activity in Sub section of need analysis and asset inventory with 4 tasks consisting of 17 activities had SAB of Rp505,261,631 with different targets, undergoing underfmancing of Rp60,141,631 (11,9%). In activity of SIMBADA Development with target of 100 people, SAB was Rp230,003,271 and based on comparative budget statement approach it underwent overfinancing of Rp25,136,729 (10,9%). For activity Maintenance Subsection with task of procuring sport dress with target of 500 pairs had SAB of Rp483,746,469 undergoing underfinancing ofRp 31,386,469.

Kata Kunci : Underpricing, Underfinancing, competitive budget Statement, overfinancing, calculate average cost, standard expenditure analysis, kebutuhan belanja, biaya rata-rata, menghitung standar analisa belanja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.