Analisis Spasial Pola Konsentrasi Lokasi Hotel (Studi Kasus di Kabupaten Badung) Tahun 2003
Sumertadana I Made (Pembimbing): Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc., Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc.
Industri perhotelan merupakan salah satu bidang usaha dalam dunia pariwisata, yang memberikan banyak kontribusi ekonomi, kepada bidang lain seperti ketenagakerjaan, Pendapatan Asli Daerah, devisa, industri kecil dan kerajinan, pertanian, transportasi dan jasa lainnya. Produktifitas hotel ditentukan oleh tingkat hunian hotel tersebut yang secara umum di Indonesia, Provinsi Bali memiliki tingkat hunian paling tinggi di Tahun 2001 dan Tahun 2002. Pajak hotel di Kabupaten Badung merupakan pendapat daerah yang utama dan terbesar di se-Provinsi Bali yaitu Rp217 milyar bahkan jika dibandingkann dengan Provinsi Bali yang hanya mencapai Rp80 milyar untuk tahun yang sama. Oleh karena itu pemerintah daerah perlu mengupayakan untuk dapat terus menggali potensi pendapatan dan sector perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pola spasial konsentrasi lokasi hotel di Kabupaten Badung, di mana lokasi hotel tersebut terkonsentrasi, apakah terdapat perbedaan rata-rata tingkat hunian kamar hotel yang terkonsentrasi dengan hotel yang tersebar tidak merata dan tersebar merata, serta faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pola konsentrasi lokasi hotel di Kabupaten Badung. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Tetangga Terdekat, Analisis Sistem Informasi Geografis (SIG), Test Of Equality Of Group Mean dan Analisis diskriminan. Dalam analisis diskriminan menggunakan data cross Section untuk 325 hotel tahun 2003, dengan variabel: jarak ke bandara udara, jarak ke lokasi wisata terdekat, jumlah tenaga kerja dan tingkat hunian hotel. Penemuan utama dalam penelitian ini adalah pertama terdapat pola distribusi lokasi hotel di Kabupaten Badung yang dikategorikan menjadi hotel yang mengelompok, menyebar tidak merata dan hotel yang tersebar. Hotel yang mengelompok berlokasi di Kecamatan Kuta dan Kuta Utara, hotel yang menyebar tidak merata berada di Kecamatan Kuta Selatan dan Kecamatan Petang, sementara hotel yang tersebar merata berlokasi di Kecamatan Mengwi dan Abian Semal. Dan ketiga kelompok tersebut rata-rata tingkat hunian kamar hotel berbeda secara signifikan, di mana hotel yang mengelompok memiliki rata-rata tingkat hunian sebesar 42,17%, hotel yang tersebar tidak merata memiliki tingkat hunian kamar sebesar 41,95% sedangkan hotel yang tersebar merata memiliki tingkat htmian kamar hotel sebesar 26,75%. Dan analisis diskriminan menunjukkan bahwa predictor terbaik untuk hotel yang tersebar tidak merata adalah jarak ke bandara udara, jarak
ke lokasi wisata terdekat, jumlah tenaga kerja dan tingkat hunian. Koefisien variable tingkat hunian bertanda negatif yang menandakan semakin besar tingkat hunian maka semakin kecil kemungkinan hotel akan menyebar tidak merata. Prediktor untuk hotel yang mengelompok adalah jarak ke lokasi wisata terdekat, tingkat human, jarak kebandara udara dan jumlah tenaga kerja. Semua variabel prediktor signifikan untuk menjelaskan pola distribusi lokasi hotel di Kabupaten Badung.
Hotel Industry represents one of business sector in the tourism industriy, local owned revenue giving a lot of economic contribution, to other sector, like labour, Foreign exchange income, devisa, industrial crafting, agriculture, other service and transportation. Hotel productivity is determined by the occupation rate, that the general level in Indonesia, Bali Province own the highest occupation rate in year 2001 and 2002. Hotel tax in Badung district represents the biggest in Bali province that is Rp217. billion if tobe comparable with the Bali Province which only reach Rp80 billion for the same of the year. Therefore local government require to potentian income in hotel sector This research aim to to know what there are pattern of spasial of concentration of hotel location in Badung of Regency, where the hotel location is concentration, what there are mean difference mount the occupantion rate of hotel room; which concentration with the hotel which is gone the round of to flatten and gone the round of to flatten, and also factors whether influencing pattern of concentration of hotel location in Regency of Badung. Analyzer used by Neighbour Analysis Closest, Systems Information Geographi ( SIG), Test The Equality Of Group Mean and Analyse the Diskriminan. In analysis diskriminan use the data base of Cross Section to 325 hotel in year 2003, with the variable : apart to airport, apart to location wisata closest, sum up the labour and occupation rate. Especial invention in this research is first there are pattern of distribution of hotel location in Regency of Badung categorized become the hotel which clustered pattern, Random pattern and dispersed pattern. Hotel which clustered have location in Subdistrict of Kuta and Kuta Utara, Hotel Random pattern location in the Subdistrict of Kuta Selatan and Subdistrict of Petang, whereas hotel dispersed have location in Subdistrict of Mengwi and Abian Semal. From three the group it means mount the occupantion rate of hotel room; differ by signifikan, where hotel which clustered the mean of the occupation rate of equal to 42,17 %, Hotel which random occupation Rate of equal to 41,95 % while hotel which dispersed of flatten occupation Rate of hotel room equal to 26,75%. From analysis of Diskriminan show that best predictor for the hotel of which random is distance to airport, apart to location wisata closest, sum up the labour and occupation rate.
Kata Kunci : Analisis Spasial Pola Konsentrasi Lokasi Hotel