Laporkan Masalah

ANALISIS MANAJEMEN LABA PADA SAAT INITIAL PUBLIC OFFERINGS: INDIKASI SIKAP OPPRTUNISTIK MANAJEMEN

SULISTYANTO, SRI (Pembimbing: DR. JOGIYANTO HM, MBA.), DR. JOGIYANTO HM, MBA.

2012 | Tesis | S2 Accounting

Manajemen laba (earnings management) dilakukan manajer perusahaan dengan berbagai motivasi, saIah satunya adaIah agar penawaran saham perdananya (initial public offerings) direspon secara positif oleh pasar. Asimetri informasi antara manajer dan investor menjadi sal all satu pendorong dilakukannya manipulasi terhadap laba ini. Manajer berusaha memperbaiki kinerja perusahaannya dengan melakukan income increasing dengan menggunakan discretionary accruals. Namun upaya ini tidak mungkin dilanjutkan pad a periode pasca-IPO, sehingga pada periode tersebut akan terjadi penurunan kinerja. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk: (1) mencari bukti empiris bahwa manajer perusahaan yang akan go public bersikap oportunistik, yaitu menggunakan discretionary accruals untuk melaporkan kinerjanya dan (2) mencari bukti empiris apakah akrual pada periode IPQ menginformasikan prospek pertumbuhan pertumbuhan yang sebenamya atau tidak.

Penelitian ini menggunakan data perusahaan yang melakukan IPO selama kurun waktu 1993-1995. Dari 82 perusahaan yang go public selama kurun waktu tersebut, diperoleh 41 perusahaan yang memenuhi syarat sebagai 'sampel' dalam penelitian ini. SeJain perusahaan sampel (issuer), juga dipilih perusahaan non-issuer untuk mendukung bukti tambahan bahwa issuer lebih agresif dalam melakukan manajemen laba dibandingkan non-issuer. Penelitian ini menggunakan modified Jones model (Dechow etal. )996) untuk menghitung discretionary accruals.

Hasilnya ditemukan bukti bahwa manajer perusahaan yang go public bersikap oportunistik dengan melakukan manajemen laba untuk memperbaiki kinerjanya. Hal ini dibuktikan dengan nilai discretionary accruals yang positif diperiode penawaran. Nilai discretionary accruals yang positif merupakan indikasi bahwa manajemen laba yang dilakukan manajer bersifat income increasing. Temuan lain mengindikasikan bahwa perusahaan yang melakukan IPQ (issuer) melakukan manajemen laba lebih agresif dibandingkan perusabaan yang tidak meJakukan IPQ (non-issuer). Bukti lain yang diketemukan juga mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa dalam jangka panjang manajemen lab a yang dilakukan manajer tidak dapat diteruskan sebingga perusahaan akan mengalami penurunan kinerja.

Earnings management is done by a company manager with various motivations, one of them is to make his initial public offerings is positively responded. lnformation asymmetry between manager and investors is one motivator of earnings manipulation. The manager is trying to fix his company's performance by income increasing with discretionary accruals. But it is impossible to be continued in post-IPO period, so in that period there is a performance decreasing. And this study is proposed to: (l) find out empirical evidence that the go public company manager is opportunistic, using discretionary accruals to report his performance and (2) find out empirical evidence whether the accruals in IPO period inform the actual growth prospect.

This study uses the companies' data doing IPO in the period of 1993-1995. From 82 go public companies, 41 fulfill the requirements as samples of this study. Besides sample companies (issuers), there are also non-issuer companies to support additional evidence that issuers are more aggressive in doing earning managements than non- issuers. This study is using modified Jones model (Dechow et al., 1996) to calculate discretionary accruals.

The result is the evidence that the go public companies' managers are opportunistic by doing earning management to fix their performance. This is proved by the positive discretionary accrual value in the offering period. This positive value is an indication that earnings management conducted by managers is income increasing. Another evidence indicated that the companies conducted IPO (issuers) did earnings management more aggressively compared to the companies not conducted IPO. Other evidence also supports the hypothesis that earnings management conducted by managers in long term cannot be continued and will result in performance decreasing.

Kata Kunci : IPQ, oportunistik, manajemen laba, discretionary accruals, opportunistic, earnings management,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.