Analisis Pola Nilai Tanah di Kota Tulungagung
Sukismanto. (Adv.: Agus Sartono., Drs., MBA.), Agus Sartono., Drs., MBA.
2015 | Skripsi | S1 Management
Seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan semakin beragamnya
kegiatan dan kebutuhan manusia baik untuk tempat tinggal, kegiatan produksi, bisnis, jasa maupun rekreasi maka kebutuhan tanah semakin meningkat. Di sisi lain ketersediaan tanah dalam jangka pendek cenderung tetap. Yang terjadi hanyalah perubahan penggunaan dari
satu penggunaan ke penggunaan yang lain. Intensifikasi penggunaan tanah menjadi semakin penting dan meningkat. Kegiatan-kegiatan investasi dan bahkan spekulasi akan
meningkatkan/merubah nilai tanah sektor perkotaan dan mempengaruhi pola nilai tanahnya dalam sudut pandang keruangan.
Nilai dan pola nilai tanah di suatu wilayah menjadi sangat penting artinya baik bagi pemerintah maupun masyarakat luas. Pemerintah berkepentingan dalam hal perencanaan dan
pengembangan wilayah serta perpajakan dan masyarakat luas berkepentingan dalam hal investasi, penelitian dan tujuan-tujuan lainnya.
Penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan pola nilai tanah di Kota Tulungagung sebagai daerah penelitian dan berapa besar pengaruh faktor kedudukan bidang tanah terhadap nilai tanahnya. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan model analisis berupa modelmodel trend-surface yang meliputi model linear, kuadratik dan kubik.
Sampel data penelitian diperoleh dari data sekunder berupa data-data transaksi perpindahan hak tanah dan/atau bangunan dalam laporan bulanan PPAT yang disampaikan
kepada Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan untuk wilayah Kota Tulungagung dari tanggal 1 Juli 1999 sampai dengan 30 April 2000. Jumlah sampel data penelitian yang
digunakan 80 buah sampel yang diperoleh dengan metoda pengambilan sampel area sampling. Data-data tersebut divalidasi untuk mengetahui kesesuaiannya dengan data
sesungguhnya di lapangan. Variabel bebas yang digunakan pada model-model yang dipakai adalah kedudukan/lokasi bidang tanah di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat kartesian (X,Y) beserta pengembangannya berupa perpangkatan dan perkalian diantara keduanya. Nilai koordinat tersebut dihitung dalam sistem koordinat lokal (wilayah tertentu) dalam satuan kilometer.
Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tanah data sampel pada tanggal 1 Januari 2000. Untuk mendapatkan nilai tanah pada tanggal tersebut diperlukan penyesuaian waktu nilai transaksi data sampel. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh tingkat penyesuaian waktu sebesar 1% per-bulan atau 12% setiap tahun. Untuk tanah yang ada bangunan dilakukan penilaian tanah dengan metoda abstraksi.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pola nilai tanah di Kota Tulungagung berbentuk konsentrik atau melingkar dengan satu titik pusat perkembangan. Titik pusat tersebut berada di alun-alun kota dan sekitarnya dengan nilai tanah tertinggi. Nilai tanah cenderung menurun seiring dengan bertambahnya jarak bidang tanah dari pusat kota.
Perkembangan nilai tanah lebih condong ke arah utara dan timur wilayah kota. Sedangkan ke Seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan semakin beragamnya
kegiatan dan kebutuhan manusia baik untuk tempat tinggal, kegiatan produksi, bisnis, jasa
maupun rekreasi maka kebutuhan tanah semakin meningkat. Di sisi lain ketersediaan tanah
dalam jangka pendek cenderung tetap. Yang terjadi hanyalah perubahan penggunaan dari satu penggunaan ke penggunaan yang lain. Intensifikasi penggunaan tanah menjadi semakin
penting dan meningkat. Kegiatan-kegiatan investasi dan bahkan spekulasi akan meningkatkan/merubah nilai tanah sektor perkotaan dan mempengaruhi pola nilai tanahnya
dalam sudut pandang keruangan. Nilai dan pola nilai tanah di suatu wilayah menjadi sangat penting artinya baik bagi
pemerintah maupun masyarakat luas. Pemerintah berkepentingan dalam hal perencanaan dan
pengembangan wilayah serta perpajakan dan masyarakat luas berkepentingan dalam hal investasi, penelitian dan tujuan-tujuan lainnya.
Penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan pola nilai tanah di Kota Tulungagung sebagai daerah penelitian dan berapa besar pengaruh faktor kedudukan bidang tanah terhadap nilai tanahnya. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan model analisis berupa modelmodel trend-surface yang meliputi model linear, kuadratik dan kubik.
Sampel data penelitian diperoleh dari data sekunder berupa data-data transaksi perpindahan hak tanah dan/atau bangunan dalam laporan bulanan PPAT yang disampaikan
kepada Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan untuk wilayah Kota Tulungagung dari tanggal 1 Juli 1999 sampai dengan 30 April 2000. Jumlah sampel data penelitian yang
digunakan 80 buah sampel yang diperoleh dengan metoda pengambilan sampel area sampling. Data-data tersebut divalidasi untuk mengetahui kesesuaiannya dengan data
sesungguhnya di lapangan.
Variabel bebas yang digunakan pada model-model yang dipakai adalah kedudukan/lokasi bidang tanah di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat kartesian (X,Y) beserta pengembangannya berupa perpangkatan dan perkalian diantara keduanya. Nilai koordinat tersebut dihitung dalam sistem koordinat lokal (wilayahtertentu) dalam satuan kilometer.
Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tanah data sampel pada tanggal 1 Januari 2000. Untuk mendapatkan nilai tanah pada tanggal tersebut diperlukanpenyesuaian waktu nilai transaksi data sampel.
Kata Kunci : Nilai Tanah, Kantor Pelayanan Pajak,