Laporkan Masalah

Analisis kemampuan ekonomi kota dan kabupaten di propinsi DIY tahun 2001

Suhendro, Imam (pembimbing: Drs. A. budi Purnomo, MA), Drs. A. budi Purnomo, MA

2005 | Tesis | S2 MEP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan kemampuan ekonomi kola dan kabupaten di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah : Kemampuan ekonomi masing-masimg kabupaten di propinsi Daerah Istimewa Ygoyakarta lebih rendah dibandingkan kemampuan ekonomi Kota Yogyakarta.



Subyek penelitian berjumlah 1 kota dan 4 kabupaten, yaitu: Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo dan Sleman. Pengumulan data dilakukan melalui laporan keuangan daerah dari masing-masing wilayah penelitian. Metode yang digunakan adalah benchmarking, dimana Kota Yogyakarta sebagai benchmark-nya.



Hasil penelitian menunjukan dengan skore kemampuan ekonomi Kota Yogyakarta sebagai benchmark-nyasebesar 16 skore kemampuan ekonomi masing-masing kabupaten yang ada dibawah 16, yaitu: Kabupaten Bantul sebesar 10 (1997) dan 12 (2001), Kabupaten Giunungkidul sebesar 10 (1997) dan 11 (2001), Kabupaten Kulonprogo sebesar 11 (1997) dan 8 (2001), sedangkan Kabupaten Sleman sebesar 14 (1997) dan 15 (2001). Ini berarti kemampuan ekonomi semua kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta lebih rendah dibandingkan kemampuan ekonomi Kota yogyakarta.

This study is to understand and prove competence of city and district economy around Province of DIY. Proposed hypothesis is that: economic competence of each district in Province of DIY is lower than economic competence of Yogyakarta city.



The study subjects were 1 city and 4 districts, Yogyakarta, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo and Sleman. Data were collected by local financial statement of each study area. Method used was benchmarking, in which Yogyakarta is the benchmark.



The result of study indicated that, score of Yogyakarta economic competence as benchmark is 16, the score of economic competency of each district is under 16, BantuI = 10 (1997) and 12 (2001),Gunungkidul = 10 (1997) and 11 (2001), Kulonprogo = 11 (1997) and 8 (2001),and Sleman = 14 (1997) and 15 (2001). It means that the economic competence of all district in Province of DIY is lower than the economic competence of Yogyakarta City.

Kata Kunci : Kemampuan ekonomi kota dan kabupaten


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.