Laporkan Masalah

Pendapat anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat mengenai independensi auditor negara (BPK-RI)

Suharyani. (Adv.: Drs. Revrisond Baswir, MBA.), Drs. Revrisond Baswir, MBA.

2014 | Tesis | S2 Accounting

Penelitian yang dimaksudkan sebagai salah satu kontribusi bagi pengawasan keuangan negara ini menyoroti isu tentang Pendapat Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengenai Independensi Aditor Negara (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia) dilihat dari perspektif mikro. "del tigel pertanyaan yang hendak disilidiki yakni (a) apakah anggota DPR berpendapat bahwa auditor negara bersikap independen; (b) faktor-faktor apa yang berisiko mempengaruhi independensi auditor negara; dan (c) faktor-faktor apa yang mempengaruhi pendapat anggota DPR mengenai independensi auditor negara.

Peneliti melakukan survey (personally administered questionnaire) terhadap 70 anggota DPR-RI dari berbagai fraksi, komisi, tingkat pendidikan, gender, dan usia. Responden dipilih dengan metoda stratified sampling dan convenience sampling. Pengujian hipotesis satu untuk menganalisis apakah responden berpendapat bahwa auditor negara bersikap independen atau tidak dilakukan dengan alat analisis uji mean. Teknik analisis uji mean juga dipakai untuk menguji hipotesis yang menjawab pertanyaan tentang faktor-faktor yang berisiko mempengaruhi independensi auditor negara. Ada tiga variabel yang diduga berisiko mempengaruhi independensi auditor negara yakni pengaruh pemerintah dalam urusan non teknis pemeriksaan, gangguan pribadi, dan gangguan ekstemal. Sedangkan variabel yang diduga mempengaruhi pendapat responden mengenai independensi auditor negara ada empat yakni tingkat pendidikan, usia, gender, dan asal partai politik. Untuk menganalisis apakah keempat variabel tersebut secara individual mempengaruhi pendapat responden secara signifikan, peneliti memanfaatkan metoda analisis One Way Anova.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota-anggota DPR berpendapat bahwa auditor negara tidak independen. Faktor pengaruh pemerintah dalam urusan non teknis pemeriksaan, gangguan pribadi, dan gangguan ekstemal berisiko mempengaruhi independensi, namun pengaruh tersebut tidak bersifat signifikan secara statistik. Jika dilihat dari sudut pandang pendapat anggota DPR terhadap faktor-faktor yang berisiko mempengaruhi independensi auditor negara, maka kecuali variabel gender, peneliti menemukan adanya perbedaan pendapat yang signifikan antara kelompok responden yang dikategorikan menurut tingkat pendidikan, kelompok lImur, dan asal saksi. Anggota¬anggota DPR-RI yang berpendidikan S3, anggota-anggota DPR-RI yang berumur di atas 60 tahun, dan anggota-anggota DPR-RI dari Fraksi Reformasi berpendapat bahwa pengaruh pemerintah dalam urusan non teknis pemeriksaan, gangguan pribadi, dan ganggun eksternal lebih berisiko mempengaruhi independensi dibandingkan dengan kelompok anggota DPR yang berasal dari tingkat pendidikan, kelompok umur, dan fraksi yang berbeda.

This research, which is meant as a contribution to state financial control, focusing on the opinion of Indonesian Legislative Assembly members regarding state auditors independence (State Audit Board) viewed from micro perspective. Here are three research questions (a)Do legislative members perceive that state auditors have independence attitude; (b)What factors are potential to influence state auditors independence; (c)What factors are influencing the opinion of legislative members regarding state auditors independence.

The researcher surveyed 70 legislative members from various faction, commission, education level, gender, and age by personal1y administered questionnaire technique. Respondents are determined by stratified sampling and convenience sampling method. Data are measured by Likert (ordinal) scale point 5. First hypothesis testing analyze whether legislative members perceive that state auditors are independence performed by mean testing method. Analyze technique of mean testing is also used to test hypothesis about factors that are risky to influence state auditors independence. There are three factors which are presumed risky to influence state auditors independence namely executive influence on non-technical matters, individual annoyance, and external interference. While variables which are presumed influencing legislative members opinion are education level, age, gender, and political party origin (faction). To test whether these four variables by individual influence respondent opinion significantly, the researcher use one way Anova method.

The result shows legislative members perceive that state auditors weren't independence. Executive influence on non-technical matters, individual annoyance, and external interference are risky to influence state auditors independence, but these influences do not statistically significant. Viewed from legislative members opinion regarding factors which are potential to influence state auditors independence, except gender variable, the researcher found significant difference of opinion, between members which are grouped according to education level, age, and faction. Legislative members who have educated doctoral (S3) level, legislative members attain the age of 60 years and older, legislative members from Fraksi Reformasi perceive that executive influence on non-technical matters, individual annoyance, and external interference are riskier to influence independence compared with members from different education level, age, and faction (political party).

Kata Kunci : independensi auditor negara, pengaruh pemerintah dalam urusan non teknis pemeriksaan, gangguan pribadi, dan gangguan ekstemal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.