Laporkan Masalah

Disparitas dan Pola Spesialisasi Kesempatan Kerja Industri Manufaktur Regional Indonesia (studi Kasus Industri Manufaktur Sedang dan Besar Tahun 1993-1996)

SUHARTO (Pembimbing : Prasetyo Sapono, Prof., Dr., M.B.A., M.A.), Prasetyo Sapono, Prof., Dr., M.B.A., M.A.

2002 | Skripsi | S2 Economics

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kecenderungan ketimpangan, spesialisasi distribusi sektor manufaktur sedang dan besar, kecenderungan pola distribusi, konsentrasi industrial sektor manufaktur sedang dan besar regional (provinsi) dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Data yang digunakan adalah data sekunder, bersumber dari data survei industri yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) 1993 - 1996. Data utama yang digunakan sebagai dasar analisis adalah jumlah tenaga kerja yang bekerja pada industri manufaktur sedang dan besar baik berdasarkan provinsi maupun kelompok industri. Alat analisis yang digunakan meliputi, lndeks Ketimpangan Regional (lndeks Theil), lndeks Spesialisasi Regional, Koefisien Regional Gini, dan Koefisien Lokasi Gini.

Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa ketimpangan kesempatan kerja industri manufaktur di Indonesia relatif tinggi apabila dibandingkan dengan ketimpangan international. Ketimpangan regional tersebut cenderung tidak mengalami perubahan berarti. Dilihat dari pola spesialisasi regional, sebaran penyerapan tenaga kerja kelompok industri manufaktur regional cenderung sama dengan rata-rata industri manufaktur nasional. Dilihat dari konsentrasi lokasi sektor manufaktur, menunjukkan bahwa secara umum tidak terdapat konsentrasi yang kuat dalam sektor manufaktur, kecuali kayu dan tekstil yang agak terkonsentrasi. Temuan lain menunjukkan kecenderungan spesialisasi dan konsentrasi regional relatifbertahan.

This study explores the trend of regional disparity, specialisation, and concentration of manufacture industry employment in Indonesia by province and sub-sector. The focus of this study is large and Medium (L-M) firm of manufacture industry.

This study used industrial survey data from BPS 1993-1996. The main data are the sum of labor at large and medium manufacture industry. The tools of analysis consist of theil entropy index, Regional Specialisation index, regional gini coefficient, and locational gini coefficient.

Based on analysis result showed that regional inequality in Indonesia manufacture employment relatively high, compare with international inequality. The other fmd that disparity by province and the main island tend stable. Generally, the distribution of regional manufacture industry employment is not different (matches) with the overall ditribution (national). With exception at wood (ISIC 33) and Textile (ISIC 32) sub- sector, manufacture industry employment relatively distrubuted.

Kata Kunci : Indeks Ketimpangan Regional, Disparity, Theil Index, Specialisation, Regional Gini Coeffisient, and Locational Gini Coefficient


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.