Strategi Organisasi Sebagai Variabel Moderating Dalam Hubungan Antara Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Kinerja Organisasi
Suharnomo (pemb : Dr. Bambang Riyanto LS., MBA), Dr. Bambang Riyanto LS., MBA
Penelitian yang dilakukan oleh Delery dan Doty (19%) menyimpulkan bahwa hubungan antara strategi MSDM dengan kinerja organisasi tidak sederhana tetapi sangat kompleks. Penelitian ini ingin membuktikan pola hubungan strategi MSDM dan kinerja organisasi dengan menempatkan strategi organisasi sebagai faktor contingent dalam hubungan kedua variabel tersebut.
Kata Kunci : HRM strategy, organizational strategy, organizational performance, contingent factor and moderating variable.
Penelitian ini dilakukan terhadap manajer SDM dari 81 perusahaan yang termasuk dalam Top Companies & Big Group In Indonesia Edisi 7 terbitan Kompassindo dengan didasarkan pada pertimbangan bahwa perusahaan besar di Indonesia sudah melaksanakan fungsi-fungsi MSDMdiantaranya sebagai mitra strategik (Nurhayati, 2001). Strategi MSDM yang digunakan dalam penelitian ini adalah formulasi Bae & Lawler (2000) sedangkan strategi organisasinya adalah strategi generik menurut Porter (1980).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima dimensi strategi MSDM hanya satu hipotesis yang didukung (Hl) yaitu kesesuaian (fit) antara extensive training dan strategi diferensiasi berhubungan erat dengan kinerja tinggi (r = -0.401, signifikan pada p = 0.01). Sedangkan pada hipotesis lainnya, H2, H3, H4, dan H5 tidak terdukung, artinya, strategi diferensiasi tidak memoderasi hubungan antara dimensi empowerment highly staffing staffing/ performance based pay dan broad job design dengan kinerja.
Dari 5 dimensi strategi MSDM, hanya satu dimensi yang mendul