Laporkan Masalah

Optimisasi Multiobjektif Penggunaaan Dana Bank-Bank Devisa di Indonesia

Subatra, Ketut. (Adv.: Drs. Pangestu Subagyo, MBA), Drs. Pangestu Subagyo, MBA

2015 | Tesis | S2 Management

Masalah yang dihadapi bank-bank devisa di Indonesia dalam penggunaan dananya adalah keputusan untuk menentukan kedalam jenis aktiva apa dana yang diperoleh akan digunakan. Dalam mengalokasikan dana ke berbagai aktiva, bank berharap bahwa aktiva yang diinvestasikan tersebut akan memberinya tingkat pendapatan yang cukup memadai dengan risiko yang minimal.



Tujuan studi ini, untuk mengembangkan suatu model program tujuan ganda pada penggunaan dana bank-bank devisa di Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan solusi optimal. Adapun dasar pertimbangan dikembangkannya model program tujuan ganda tersebut, yaitu bahwa penggunaan dana bank-bank devisa di Indonesia mempunyai tujuan atau sasaran ruang lingkup yang luas dan mungkin dalam keadaan yang saling berlawanan. Di samping itu unsur ketidakpastian dalam penggunaan dana oleh bank-bank devisa terlalu besar, pada hal unsur ketidakpastian tersebut menyangkut keterlibatan sumber dana yang besar juga.



Program tujuan ganda merupakan suatu metodelogi matematis di dalam penelitian operasional yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang mempunyai tujuan tunggal maupun tujuan ganda. Dimana tujuan-tujuan tersebut diberi urutan prioritas dan dianalisis secara simultan.



Dengan menggunakan sampel terpilih bank-bank umum devisa di Indonesia sebanyak 26 bank, terdiri dari 5 bank devisa milik pemerintah, 10 bank devisa milik swasta nasional, dan 11 bank devisa milik asing. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan observasi terhadap laporan keuangan masing-masing bank di atas untuk periode waktu 1983 sampai dengan 1989.



Hasil analisis dengan menggunakan metode program tujuan ganda menunjukkan bahwa proporsi penempatan dana pada aktiva pemberian kredit, aktiva valuta asing, dan aktiva pasar uang yang telah dilakukan oleh ketiga kelompok bank devisa di Indonesia selama periode tahun 1983-1989 belum optimal penempatan dananya, dibandingkan dengan proporsi penempatan dana seharusnya yang dihasilkan dengan model "Goal Programming".



Pada kelompok bank devisa pemerintah, pencapaian tujuan untuk memperoleh keuntungan maksimum yang diukur dengan return on assets (ROA) sebesar 1,5 (sebagai prioritas 1), dan risiko minimum sebesar 6 % (sebagai prioritas 2) tidak tercapai, dan tidak memuaskan. Karena sumbangan total terhadap keuntungan dengan risiko minimum dapat dicapai hanya sebesar 1,1501 dan 4,6101.



Sedangkan pada kelompok bank devisa swasta nasional dan bank devisa asing pencapaian tujuan untuk memperoleh keuntungan maksimum tercapai dengan memuaskan. Karena pada kedua kelompok bank devisa ini terget keuntungan maksimum yang ditetapkan sebesar 1,7 untuk kelompok bank devisa swasta nasional dan 2,0 untuk kelompok bank devisa asing keterlewatan target (melebihi target). Rata-rata pencapaian kelebihan target keuntungan maksimum pada kedua kelompok bank devisa swasta nasional sebesar 0,1883 dan kelompok bank devisa asing sebesar 0,3076. Tetapi target risiko minimumnya masih kekurangan (adanya ketidaktercapaian target) rata-rata sebesar 1,2269 dan 1,5413.



Apabila dibandingkan pencapaian tujuan untuk memperoleh keuntungan maksimum antara ketiga kelompok bank devisa di Indonesia, kelompok bank devisa asing menunjukkan pencapaian tujuan yang tertinggi. Jadi, dengan menggunakan standar keuntungan yang diperoleh kelompok bank devisa asing, jelas peningkatan keuntungan yang terjadi pada kedua kelompok bank devisa pemerintah dan bank devisa swasta nasional masih dapat ditingkatkan.

The problem concerning utilization of the funds that faces foreign exchange banks in Indonesia is about the decision to determine in what kinds of assets the funds got will be used. In allocating the funds to various assets, the banks expect that the invested assets will provide sufficient returns with minimal risks.



The objectives of this study is to develop a model of multiobjective programme on the utilization of the funds of foreign exchange banks banks in Indonesia, which is expected to give a optimal solution for the problem. The consideration developed is based on the expectation that the utilization of the funds of foreign exchange banks in Indonesia will have goals or targets in large scale and it is likely in the condition which is conflicting. Besides, the uncertainty utilization of the funds by the foreign exchange banks is too large, meanwhile the uncertainty also covers the involvement of the many source of the fund.



Multiobjective programming is a kind of mathematical methodology in the operational research which can solve the problems have a single or multiple goals. The goals are made consecutive according to priority and are analysed simultaneuosly.



This study using samples, 26 of foreign exchange banks in Indonesia have been selected, they consist of 5 governmental foreign exchange banks, 10 national private foreign exchange banks and 11 foreign exchange banks. The research has been carried out by having some observations to the financial statement report of each banks during the periods 1983-1989.



The result of the analysis using the multiobjective programming model shows that the proportion of allocating the funds on the credits, the foreign exchange, and the stock exchange which have been done by the three groups of foreign exchange banks in Indonesia during the periods 1983-1989 has not been optimal. The proportion of allocating the funds which should be got by multiobjective programming models.



In the group of governmental foreign exchange banks, the achievement of the goals to get maximal profit (as the first priority) measured with ROA (return on Assets) which is as much as 1.5 and the minimal risk 6 % (as the second priority) cannot be reached and is not satisfaying. The fact is that the total funds for the profit having a minimal risk can only be reached as much as 1.1501 and 4.6101. In the group of national private foreign exchange banks and foreign exchange banks, the achievement of the goals to get maximal profit can be reached satisfactorily. The fact is that in the two groups of foreign exchange banks, the targets of maximal profit decided is over 1.7 and 2.0 the targets. The average achievement of the maximal profit which is over target in the two groups of private foreign exchange banks is 0.1883 and in foreign exchange banks is 0.3076 . But the target of minimal risks is not achieved , it averages 1.2269 and 1.5413.



If we compare the achievement of the target to get a maximal profit among the three groups of foreign exchange banks in Indonesia, foreign exchange banks shows the highest achievement of the targets. Thus, by using the standard of profit got by the foreign exchange banks, obviosly the increase of the profit of the two groups governmental foreign exchange banks and national private foreign exchange banks can still be achieved.

Kata Kunci : Bank Devisa, Dana Bank, Bank Asing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.