Analisis Hubungan Perataan Laba Dengan Peningkatan Informasi Atas Pendapatan pada Perusahaan Ritel (studi Kasus Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2002-2008)
STEPHANNIE, STEFFI (pembimbing: Ertambang Nahartyo, Ph.D.), Ertambang Nahartyo, Ph.D.
Zarowin (2002) menyatakan bahwa perataan laba mengurangi variasi pada laba bersih, laba yang lebih rendah akan menjadi lebih mudah diprediksi, dan memiliki Future Earnings Response Coefficient (FERC) yang lebih tinggi. Perataan laba terkait manipulasi akrual dan seharusnya hal ini akan berpengaruh terhadap FERC. Zarowin dan Tucker (2006) menunjukkan perataan laba menjadikan laba lebih informatif sehingga return saat ini merefleksikan informasi mengenai laba masa depan dan FERC menjadi lebih tinggi untuk perusahaan dengan perataan laba yang lebih tinggi. Perataan laba juga memperkuat hubungan antara laba masa depan dan laba sekarang. Hal ini disebabkan oleh semakin stabilnya laba dan rendahnya tingkat variabilitas pada laba tersebut
Penelitian ini adalah replikasi dari penelitian yang telah dilakukan oleh Tucker dan Zarowin (2006). Penelitian ini bertujuan meneliti hubungan antara tindakan perataan laba yang dilakukan oleh manajemen dengan peningkatan kualitas informasi laba yang ditunjukkan oleh peningkatan koefisien FERC dan adanya persistensi laba. Sampel yang digunakan yakni perusahaan yang bergerak di industri ritel dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data sampel diolah menggunakan SPSS untuk pengolahan data panel. Hasil penelitian ini menemukan bukti bahwa adanya tindakan perataan laba yang dilakukan oleh manajemen perusahaan menjadikan harga saham saat ini mengandung informasi untuk memprediksi laba masa depan. Peningkatan kualitas informasi akibat adanya perataan laba juga akan meningkatkan persistensi laba.
Zarowin (2002) stated that income smoothing reduces the variation in net income, lower income will become more predictable, and possess higher Future Earnings Response Coefficient (FERC). The manipulation of accruals is related to income smoothing and should affect the FERC. Zarowin and Tucker (2006) showed that income smoothing makes earnings more informative that the current return may reflect information about future earnings and the FERC would be higher for firms with a higher income smoothing. Income smoothing can also strengthen the relationship between the future and the current profits. This effect is caused by the more stable earnings and the lower levels of variability in earnings.
This research is a replication of the previous research, conducted by Tucker and Zarowin (2006). The aims of this research is to find the relationship between the income smoothing actions taken by the management, with the improvement in quality of earnings informations that is shown by the increase in the coefficient of FERC and earnings persistence. The samples used in this research are the companies in the retail industry and currently listed on the Indonesia Stock Exchange. The data samples is then processed with SPSS for panel data processing. The results of this study shows that there is an evidence that the presence of income smoothing actions, taken by the company's management, would make the current stock prices contains some informations to predict the future earnings. Improvement in quality of information, as a result of income smoothing, will also increase the earnings persistence.
Kata Kunci : Income Smoothing, Future Earnings Response Coefficient (FERC), Earnings Persistence , Perataan Laba, Future Earnings Response Coefficient (FERC), Persistensi Laba