Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Usaha dan Distribusi Pendapatan Antar Pengusaha Pada Industri Kecil Pakaian Jadi (Studi Kasus di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah)
Sri Rahayu Budi Hastuti (Pembimbing: Drs. Wahyu Widayat, M.Ec.), Drs. Wahyu Widayat, M.Ec.
INTISARI
Fenelitian ini merupakan studi kasus pada pengusaha industri kecil pakaian jadi di kecamatan Wedi di mana Wedi merupakan salah satu sentra industri kecil di kabupaten Klaten, propinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha, distribusi pendapatan antar pengusaha dan keadaan taraf hidup pengusaha industri kecil pakaian jadi. Data yang digunakan diperoleh dengan metode simple random sampling dari 110 sampel. Keberhasilan usaha dicerminkan oleh pendapatan/keuntungan. Oleh karena itu, mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan usaha, artinya sama dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan. Alat analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha atau pendapatan digunakan regresi berganda. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa secara individu faktor modal usaha, tenaga kerja, pengalaman dan curahan jam kerja mempunyai pengaruh positif pada pendapatan, sedangkan faktor pendidikan tidak mempunyai pengaruh pada pendapatan. Secara bersama-sama kelima faktor yang dimasukkan dalam analisis berpengaruh pada pendapatan. Variasi perubahan pendapatan 86,14% disebabkan oleh factor modal usaha, tenaga kerja, pendidikan, pengalaman dan curahan jam kerja, sedangkan 13,86% disebabkan oleh faktor-faktor lain yang belum dimasukkan dalam analisis. Berdasar nilai Gini Ratio, Kuznet's Index dan Oshima's Index menunjukkan bahwa distribusi pendapatan pengusaha industri kecil pakaian jadi di kecamatan Wedi relative merata. Begitu pula berdasar kriteria Bank Dunia distribusi pendapatan juga relatif merata (ketimpangan rendah). Keadaan taraf hidup pengusaha industri kecil pakaian jadi di kecamatan Wedi cukup baik. Hal ini karena pendapatan per kapita keluarga pengusaha industri kecil pakaian jadi di kecamatan Wedi dibanding batas garis kemiskinan kriteria Bank dunia, kriteria Profesor Sayogyo dan kriteria BPS, serta dibanding dengan pendapatan per kapita penduduk kabupaten Klaten hasilnya lebih besar. Pendapatan rata-rata pengusaha (anggota rumah tangganya rata-rata 5 orang) dibanding Kebutuhan Fisik Minimum keluarga dengan anggota 5 orang, hasilnya juga lebih besar.
ABSTRACT
This reseach is a case study on the businessmen of garment small industries in Wedi District in which Wedi is one of central small industries in Klaten Regency of Central Java Province. The aim of this reseach is to know factors affecting the success of business, income distribution among businessmen and the condition of level of living of busnissmen of garment small industries. Data that are used are collected by using simple random sampling method of 110 samples. The success of business is known by income/profit. So to know factors affecting the success of business it means same of to know factors affecting the income. An analysis instrument for to know factors affecting of success of business or income is used multiple regresion. The result shows that individually factors of capital, labour, experience and working hour devotion affect positively to income, while factor of education do not affect the income. Simultaneously the five factors that are included in the analysis affect the income. Variation of income change to be 86,14% is caused by capital, labour,
education, experience and working hour devotion, while 13,86% is caused by other factors that are not included in the analysis. Based on the value of Gini Ratio, Kuznet's Index and Oshima's Index show that income distribution of businissmen of garment small industries at Wedi District is relatively on average. Similarly that based on World Bank criteria, income distribution is also relatively on average
(low flaw). The condition of standart living of businissmen of garment small industries at Wedi Districtis relatively good enough. This is because income per capita of businissmen families of garment small industries at Wedi District compared to limit of line poverty World Bank criteria, Profesor Sayogyo's criteria, BPS criteria and compared to income per capita of the people of Klaten Regency, the result is bigger. The average income of businessmen (members of a family are approximately 5 persons) compared to family Minimum Physical Needs with 5 members, the result is also bigger.
Kata Kunci : Pendapatan Pengusaha, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan, Distribusi Pendapatan