Laporkan Masalah

NILAI TUKAR DAN HARGA - HARGA UMUM STUDI KASUS INDONESIA - THAILAND

Sri Nawatmi (Adv : Drs. A. Budi Purnomo, M.A.), Drs. A. Budi Purnomo, M.A.

2000 | Tesis | S2 Economics

Studi ini hendak menganalisis hubungan antara nilai tukar dan harga dengan pendekatan moneter dimana Indonesia dan Thailand sebagai kasusnya, selama periode1987.1 hingga 1998.11. Dalam periode tersebut kedua negara menerapkan sistern nilaitukar mengambang.

Model yang digunakan adalah model hybrid yang merupakan penggabungan antara FLMA dan SPMA yang dikembangkan oleh Frenkel. Studi ini menggunakan Standard Error Correction Model sebagai alat analisis.Hasil yang diperoleh dari studi ini adalah bahwa indeks harga yang paling berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah adalah CPI sedangkan untuk Thailand harga tidak berpengaruh terhadap nilai tukar. Ternyata untuk kasus Indonesia, semua variable yaitu penawaran uang, pendapatan, harapan inflasi dan tingkat bunga riil berpengaruh terhadap nilai tukar baik pada jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk Thailand, pada jangka pendek yang berpengaruh terhadap nilai tukar adalah penawaran uang dan

pendapatan riil sedangkan pada jangka panjang yang signifikan adalah pendapatan riil dan tingkat bunga nil. Dari hasil uji stabilitas struktural kasus Indonesia, menunjukkan adanya stabilitas struktural yang memadai dan didukung oleh adanya R2 yang tinggi maka model tersebut cukup baik untuk dijadikan sebagai model peramalan.

Pada uji kausalitas Granger, diketahui bahwa perubahan nilai tukar rupiah mampu mempengaruhi perubahan harapan inflasi pada lag satu, sedangkan pengaruh sebaliknya dapat terjadi pada kuartal kedua

This Study want to analyze about relation between exchange rate and prices level in monetary approach, with Indonesia and Thailand as a special case during the period 1987.1 until 1998.11. In this periode, that country apply flexible exchange rate.

The model use to Hybrid Model, which combine between FLMA and SPMA. Its developed by Frenkel. This study would be analyzed by Standard Error Correction Model. The study found that price index most statistically significant is CPI in Indonesia case but in Thailand, price level is not statistically signicant. The fact that in Indonesia case, all variable (money supply, riil income, expected inflation and riil interest rate) are statictically significant in the short and the long run. For Thailand, significant variable in the short run are only money supply and riil income. There are only riil income and riil interest rate significant variable in the long run. By using test of structural stability in Indonesia, the study showed that the model have structural stability, so the model is good enough to use as a forecasting model.

Finally, The Granger causality test show that exchange rate (rupiah/USs) affects expected inflation in the one lag and expected inflation affects exchange rate in the second quarter.

Kata Kunci : Flex- Price, Sticky-Price, Hybrid, Algal Tukar, Harga, Exchange Rate, Price level


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.