Pengawasan dalam Kantor Akuntan Publik Suatu Studi Empiris terhadap Dampak Gaya Kepemimpinan
Sri Luna Murdianingrum (adv: Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA), Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA
2000 | Tesis | S2 Accounting
Penelitian sebelumnya menyoroti masalah reaksi disfungsional terhadap sistem kontrol. Penelitian-penelitian yang dilakukan dalam kantor akuntan mengungkapkan tingkat tekanan anggaran yang tinggi yang menyebabkan berbagai perilaku disfungsional yang sulit untuk dikendalikan.
Penelitian ini meneliti bagaimana reaksi bawahan terhadap sistem control dipengaruhi oleh perilaku kepemimpinan atasan (manajer). Data dikumpulkan dengan menggunakan angket yang dikirimkan pada semua senior auditor di empat kantor akuntan lima besar (the big five) di Indonesia.
Dua bentuk perilaku disfungsional diukur: dalam perilaku mengurangi kualitas audit dan under-reporting of time. Peran kepemimpinan dengan struktur (structure) yang rendah dan pertimbangan/perhatian (consideration) yang rendah diketahui berhubungan dengan tingkat perilaku disfungsional yang paling tinggi pada semua perilaku yang diteliti, sementara tingkat perilaku terendah dihubungkan dengan gaya yang menggambarkan struktur (structure) yang tinggi dan pertimbangan/perhatian (consideration) yang rendah.
Ketidakpastian lingkungan yang dirasakan (perceived environmental uncertainty/PEU) diketahui menjadi perantara hubungan-hubungan ini dan memiliki efek perantara yang kurang kuat pada perilaku penurunan kualitas audit dibandingkan under-reporting time/URT.
Prior research has highligted the problem of dysfunctional reactions to control systems. Studies carried out in auditing firms have revealed high levels of budget presure leading to a variety of dysfunctional behaviours which can be difficult to control.
This study examines how subordinates' reaction to control systems is influenced by the leadership behaviour of supervisors. Data were collected by means of a questionnaire sent to all audit seniors in four Big Five audit terms.
Two forms of dysfunctional behaviour were measured: under-reporting of time/URT and audit quality reduction behavior/AQRB. A leadership style characterrized by low structure and low consideration was found to be associated with the highest level of dysfunctional behaviour for all behaviours examined, while the lowest level of dysfunctional behaviour was associated with a style depicting high structure and low consideration.
Perceived environmental uncertainty/PEU was found to moderate these relationships, and to exercise a stronger moderating effect for audit quality reduction behaviour than for under-reporting oftime/URT.
Kata Kunci : Structure, Consideration, AQRB, URT dan PEU