Laporkan Masalah

Studi Analisis Kasus Korupsi Di Indonesia Yang Terjadi Pada Tahun 2011-2013: Tinjauan Dari Sudut Pelaku, Modus Serta Implikasinya Pada Audit Investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (Pbk)

SONDAKH, GERRY (Adv.: Goedono, Prof.Dr., M.B.A.,C.M.A.), Goedono, Prof.Dr., M.B.A.,C.M.A.

2014 | Skripsi | S1 Accounting

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia yang menitikberatkan pada umur, jenis kelamin, dan jabatan pelaku tindak pidana korupsi. Lebih pada itu, penelitian ini mencoba untuk menggambarkan pola tindakan yang dilakukan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana korupsi termasuk mengungkap dengan siapa para pelaku bekerja sama dalam melakukan tindakan korupsinya. Penelitian ini juga memberikan implikasi terhadap audit investigasi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang menjadi auditor forensik untuk memberantas korupsi di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Dengan mengambil sampel

dari keputusan Mahkamah Agung.


Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh pelaku tindak pidana korupsi merupakan pria. Frekuensi distribusi umum terbesar antara rentang umur 41-50 tahun dan dengan jabatan sebagai ketua atau kepala baik itu kepala dinas maupun kepala daerah. Pola tindakan yang paling banyak dilakukan adalah pelaku memanfaatkan dana kegiatan atau proyek untuk kepentingan pribadi, menarik dana ilegal dari masyarakat, melanggar kontrak perjanjian, dan tidak mengikuti prosedur ketentuan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pelaku melakukan tindakan korupsi dengan bantuan pihak lain dan dengan sarana pembuatan dokumen fiktif. Penelitian ini mempunyai implikasi terhadap audit investigasi BPK dalam membantu

membangun teori fraud yang akan digunakan para auditor untuk menyusun program audit.

This study has the objective to identify the perpetrators of corruption in Indonesia, focusing on age, sex, and occupation perpetrators of corruption. More on that, this study attempts to describe the patterns of actions taken by the perpetrators in committing corruption include revealing the actors who work together in acts of corruption. This study also has implications for audit investigations conducted by the Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) as a forensic auditor to eradicate corruption in Indonesia. This research was conducted with a qualitative descriptive method by taking a sample of the Keputusan Mahkamah Agung.


The results of this study indicate that almost all perpetrators of corruption are men. The frequency distribution of the most common age is in range 41-50 years and with a position as chairman or head. Patterns of action that most perpetrators do are to use the funds for the project activity or personal interest, withdraw funds from the public illegally, breaking the contract, and did not follow procedures in accordance with the provisions of applicable regulations. Perpetrators of corruption are committing the act with the help of other parties. This study has implications for BPK as the forensic auditor in helping to build a theory of fraud that will be used by them to prepare audit program.

Kata Kunci : korupsi, audit investigasi, akuntansi forensik, corruption, audit investigations, accounting forensic.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.