Laporkan Masalah

Strategi Peningkatan Kinerja PT. Puspetindo

Soetadji, R. Soesetyo, Agus Setyawan, Dr., M.SOc.Sc.

2007 | Tesis | S2 Magister Management

Kemandirian bangsa adalah sesuatu yang sangat penting bagi eksistensi kehidupan bangsa tersebut. Salah satu komponen dari kemandirian bangsa adalah eksistensi perusahaan yang dimiliki oleh bangsa itu. Suatu perusahaan dalam menghadapi persaingan lokal, regional dan global serta iklim bisnis yang terjadi di negara itu memerlukan visi, misi, tujuan, dan strategi yang dijalankan, serta kiat-kiat yang dilakukan manjemen perusahaan itu, agar eksistensinya terjaga dalam jangka panjang, agar berguna bagi masyarakat dan memberikan imbalan yang layak kepada para karyawan, manajemen, dan pemiliknya. Penelitian dan tesis ini dibuat sehubungan dengan perusahaan PT. Puspetindo di Gresik Jawa Timar yang memproduksi peralatan-peralatan pabrik berteknologi tinggi, yang dibutuhkan oleh industri pengolahan bahan kimia, petrokimia, minyak dan gas bumi, pupuk kimia dan sebagainya. Dalam 10 tahun periode pertama pendirian PT. Puspetindo, kinerja keuangan perusahaan ini sangat kurang memuaskan, antara lain disebabkan terjadinnya "krisis moneter" di Indonesia pada tahun 1997, menyebabkan akumulasi hutang serta kerugian melebihi jumlah asetnya. Namun perusahaan dapat beroperasi terus dan mempertahankan eksistensinya serta memenuhi pesanan pelanggannya dengan cukup baik. Hal ini disebabkan karena manajemen perusahaan tersebut dinilai dapat melakukan strateginya atas dasar identifikasi "distinctive competente" nya yang merupakan kelangkaan, dan dapat mengorganisasikan kompetensi tersebut dalam suatu pasar yang ada, sehingga ia dapat menciptakan suatu nilai yang dapat dimanfaatkan perusahaan itu. Dalam tahun 2004 sebagian besar kepemilikan saham diambil alih oleh suatu perusahaan swasta Indonesia, dengan jalan menebus hutang-hutang perusahaan kepada BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional), mengganti manajemennya dan melakukan tindakan "debt equity swap" pada tahun 2005 dan "quasi reorganization" pada tahun 2006 untuk memperbaiki posisi finansialnya. Selanjutnya "strategi korporasi dan bisnis" baru dirumuskan dan dibuat "business plan" sampai dengan tahun 2015 yang diyakini dapat memperbaiki kinerjanya, kemungkinan berkembangnya, serta kehidupannya di masa yang akan datang. Kata Kunci : Perbaikan kinerja keuangan; Debt Equity Swap; Kuasi reorganisasi; perumusan Strategi Korporasi

Independence and autonomy of a nation is an essential thing for the sustainability of the life of a nation. One of the elements in supporting the sustainability of a nation is the sustainability of corporations owned by their people. In coping with local, regional, and global competition, as well as business environment prevailing in that country, a corporation needs vision, mission, goal, and strategy as well as tactics to be implemented by its management, in order to maintain its sustainability in the long run, to be useful to its community, to give reasonable compensation to its employees, management, and to its shareholders. This research and thesis is conducted in connection with PT. Puspetindo at Gresik, East Java, who produces high-technology plant equipment, required by chemical, petrochemical, oil and gas, chemical fertilizer industries etc. During its first 10 year period of its establishment, PT. Puspetindo had experienced undesirable financial performance, attributed among others by "monetary crisis" occurring in Indonesia in 1997, causing accumulation of debts, and losses exceeding its assets. Despite those problems, the company continued to operate and maintain its existence, and producing its commitments to its customers fairly satisfactorily. Such condition was caused due to the awareness of its management in identifying the company's "distinctive competence" which was scarce, and be able to organize that scarcity in an existing market to create value that was appropriable to the company, as the basis of its company strategy. In 2004 majority of company's shares were taken over by an Indonesian private company, by paying all company's debts to BPPN (Indonesian Bank Restructuring Agency, IBRA), replacing its management, and improving its performance. For this purpose the new management had implemented "debt equity swap" in 2005, and "quasi reorganization" in 2006. Following this, the company pursues a new "corporate and business strategy" and develops a business plan to be implemented until 2015, which is believed to be able to increase its performance, its development and sustainability in the long run. Key Word : Improvement of financial performance through" Debt Equity Swap" and
"Quasi Reorganization" precede formulation of "Corporate Strategy" in order to make progress and sustain in the long run.

Kata Kunci : Perbaikan kinerja keuangan; Debt Equity Swap; Kuasi reorganisasi; perumusan Strategi Korporasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.