Laporkan Masalah

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Persepsi Terhadap KomitmentmOrganisasional Dimediasi Oleh Pemberdayaan Psikologis: Studi Pada Bank BUMN Di Daerah Istimewa Yogyakarta

SITUNORANG, LASTRI VERNANDA (pembimbing: Harsono, Dr., M.Sc.), Harsono, Dr., M.Sc.

2011 | Skripsi | S2 Management

Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh kepemimpinan transformasional persepsian terhadap komitmen organisasional di Bank BUMN di Yogyakarta. Penelitian ini menjelaskan peran pemediasian pemberdayaan psikologis dalam pengaruh kepemimpinan transformasional persepsian terhadap komitmen organisasional. Terlebih dahulu diuji bahwa kepemimpinan transformasional persepsian memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasional afektif dan normatif serta berpengaruh negatif dengan komitmen kontinuan. Selanjutnya diuji pengaruh kepemimpinan transformasional persepsian dengan komitmen organisasional dengan pemberdayaan psikologis sebagai pemediasi.

Responden dalam penelitian ini adalah pegawai bank dengan jumlah 120 responden. Dari 120 kuesioner yang diedarkan kembali 117 (respon rate 97 %) dengan kuesioner layak digunakan. Para pegawai diminta untuk memberikan tanggapan berkaitan kepemimpinan transformasional persepsian sebanyak 12 item pertanyaan, komitmen organisasional sebanyak 16 item pertanyaan dan pemberdayaan psikologis sebanyak 12 item pertanyaan. Model pengujian menggunakan hierarchical multiple regression.

Hasil riset ini menunjukkan bahwa pemberdayaan psikologis memediasi secara parsial pengaruh kepemimpinan transformasional persepsian terhadap komitmen organisasional. Kepemimpinan transformasional persepsian memiliki pengaruh yang positif terhadap komitmen afektif, normatif, dan kontinuan. Hal ini berbeda dengan pendapat Simon (1999) bahwa kepemimpinan transformasional persepsian berpengaruh negatif dengan komitmen kontinuan. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat pengaruh pemberdayaan psikologis berhubungan positif dengan komitmen kontinuan. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Wiley (1991) yang menemukan bahwa psychological empowerment memiliki hubungan yang positif dengan komitmen organisasional.

Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman untuk membantu manajer lebih memahami bagaimana mengelola sumber daya manusia dalam organisasi melalui gaya kepemimpinan transformasional persepsian dan pemberdayaan psikologis untuk meningkatkan komitmen organisasional bawahan.

The purpose of this study is to examine the effect of perceived transformational leadership on organizational commitment in state-owned bank in Yogyakarta. This study describes the role of psychological empowerment as mediating in influence of perceived transformational leadership on organizational commitment. First tested the perceived transformational leadership has positive affects on affective and normative organizational commitment and negatively affect the commitment of continuant. Further tested the influence of perceived transformational leadership with organizational commitment with psycological empowerment as mediating.

Respondent in this study were employees of banks with a total 120 respondents. From the distribution of 120 questionnaires, 117 questionnaires return (response rate 97 %) and feasible to use. The employees were asked to provide feedback regarding percieved transformational leadership as much as 12 items of questions, as many as 16 items of organizational commitment and psychological empowerment questions as much as 12 items of questions. Model testing using hierarchical multiple regression.

The result of this research indicate that psychological empowerment partially mediated the influence of perceived transformational leadership on organizational commitment. Perceived transformational leadership has a positive influence on affective, normative, and continuant commitment. This finding differs from the opinion of Simon (1999) that the perceived transformational leadership has negative effect to continuant commitment. The study also found that there are significant psychological empowerment positively related to continuant commitment. The results of this research support research by Wiley (1991) who found that psychological empowerment has a positive relationship with organizational commitment.

The implications of this research can be used as a guide to help managers better understand to manage human resources in organizations through transformational leadership style and psychological empowerment to enhance organizational commitment of subordinates.

Kata Kunci : perceived transformational leadership, psychological empowerment, organizational commitment, the bank of SOEs, kepemimpinan transformasional, pemberdayaan psikologis, komitmen organisasional, Bank BUMN


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.