Peranan sektor publik lokal dalam pertumbuhan ekonomi regional di indonesia (1987-1996)
Siti Aisyah Rahayu (Adv:Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M. Com), Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M. Com
2000 | Tesis | S2 Economics
Keberhasilan strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebelum terjadinya krisis pada tahun 1997 sudah tidak diperdebatkan lagi oleh para ekonom. Bagaimanapun, keberhasilan pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai itu menimbulkan beberapa permasalahan struktural dalam perekonomian. Salah satu permasalahan itu adalah kesenjangan antar daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: menerangkan mengenai peranan sector publik lokal dalam pertumbuhan ekonomi regional di Indonesia. Pertanyaan yang diajukan dalam tulisan ini ialah apakah pajak daerah dan pengeluaran pemerintah daerah mempunyai dampak terhadap pertumbuhan ekonomi regional di Indonesia. Pertanyaan ini berkaitan dengan dua hal. Pertama, kita bisa memperkirakan apakah kesenjangan ekonomi antar regional di Indonesia bisa dijelaskan dengan keberadaan sek.ior publik lokal. Juga penting untuk mengetahui apakah pajak daerah dan pengeluaran pemerintah daerah mempunyai dampak dalam pertumbuhan ekonomi regional. Kedua, ketika otonomi daerah akan dikembangkan, maka pemerintah daerah perlu mengetahui bagaimana mekanisme pajak daerah dan pengeluaran pemerintah daerah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi regional. Hasil dari penelitian ini akan bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam membuat perencanaan perekonomian regional dan juga akan membantu pemerintah pusat dalam mengalokasikan bantuan fiskalnya kepada pemerintah daerah dengan lebih efisien.Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa peranan sek.ior publik local dalam pertumbuhan ekonomi regional ternyata mempunyai pengaruh yang signifikan. Penerimaan pemerintah daerah dari pajak dan bukan pajak mempunyai dampak negatif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Sedangkan untuk konsumsi dan investasi pemerintah daerah dengan tidak memasukkan hasil migas mempunyai dampak negatifyang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Disisi lain, dengan memasukkan hasil-hasil migas, investasi pemerintah daerah mempunyai dampak positifyang nyata terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Dengan mengklasifikasikan dua puluh enam propinsi kedalam empat wilayah - MT, B, M, dan KB - kita mengelompokkan pola pertumbuhan ekonomi regional dan pendapatan perkapita regional. Kesenjangan ekonomi antar regional ternyata terutama disebabkan oleh keberadaan sektor swasta, sementara keberadaan sektor publik lokal memainkan peranan penting juga dalam disparitas pendapatan antar regional melalui penerimaan dari pengumpulan pajak dan pengeluaran pemerintah daerah melalui konsumsi dan investasi pemerintah daerah. Namun bagaimanapun, keberadaan sektor publik lokal tidak bisa mengeliminasi kesenjangan ekonomi regional yang disebabkan oleh keberadaan sektor swasta. Salah satu implikasi kebijakan yang penting dalam penelitian ini adalah bahwa peranan sektor publik lokal harus diperluas, otonomi lokal harus segera diimplementasikan. Selain itu juga bagi pemerintah pusat untuk memberikan pembagian hasil pajak yang lebih luas kepada pemerintah daerah.
The succes of Indonesia's growth oriented strategy before the crisis in 1997 undisputed by economist. However, the emphasis on quantitative economic growth resulted in many structural problems in the economy. One of these is regional economic gap.This paper's aim is to explain the role of the local public sectors in regional economic growth in Indonesia. The question we ask in this paper is whether local taxes and local expenditures affect regional economic growth in Indonesia. This question is very important in two respects. First, we might expect that the regional economic gap in Indonesia could be explained by the performance of local public sectors. It would be especially interesting to know whether local government taxes and/or expenditures have had an impact on regional economic growth. An alternative view argues against any such impact. Second, as local autonomy will soon be granted, local government need to understand the mechanism by which local taxes and expenditures affect the regional economy. The result of this paper •will both be very usefull for local government in setting up its own regional economic planning and will also help the central government allocate fiscal aid to local governments efficiently. The major finding in this paper are as follows. The role of local government in regional economic growth has been very significant. Local taxes and local revenues have a significant negative effect on regional economic growth, while local government investment and consumption without oil and gas, have a significant negative effect on regional economic growth. On the other hand, if we include oil and gas, local government investment have a significant and greater positive effect on regional economic growth. Classifying twenty six region into four areas - MT, M, B, and KB - we characterized the pattern of regional economic growth and regional per capita income. The regional economic gap is primarily explained by the private sector performance, while the local public sector has played in narrowing regional economic disparity, through government investment and consumption. However, the• performance of local public sectors was not enough to eliminate the regional economic gap caused by the private sectors. One of the crucial policy implication of this paper is that we must enhance the role of local government, local autonomy having been recently introduced. More specifically, the central government should transfer more revenue sources to its lower level local governments through, for example, revenue sharing of national taxes.
Kata Kunci : pertumbuhan ekonomi regional,peranan sektor publik,sektor publik lokal