Politik organisasional dan dukungan organisasional sebagai prediktor sikap kerja, stress kerja dan perilaku agresif
Siswanti, Yuni (Adv. Dr. Bambang Riyanto LS, MBA), Dr. Bambang Riyanto LS, MBA
Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh dukungan dan politik organisasional terhadap kepuasan keIja, komitmen organisasional komitmen afektif, continuance, dan normatif), stress keIja, dan perilaku agresif. Selain itu juga menguji apakah dukungan dapat menjelaskan varians incremental dalam variabel dependen melebihi yang dijelaskan oleh politik, atau sebaliknya politik dapat menjelaskan varians inkremental melebihi yang dijelaskan dukungan organisasional.
Sampel penelitian adalah para perawat di 4 rumah sakit di Y ogyakarta.
Dari 172 kuesioner yang dibagikan kepada perawat, terdapat 167 yang memenuhi persyaratan untuk diolah lebih lanjut. Data dikumpulkan dengan menggunakan 8 item dukungan organisasional, 6 item politik organisasional,4 item kepuasan kerja, 6 item komitmen afektif, 6 item komitmen continuance, 6 item komitmen normatif, 4 item turnover intention, 4 item stres keIja, dan 4 item perilaku agresif. Semua item yang digunakan dalam ukuran ini bersifat persepsional. Jenis kelamin, usia, dan lama kerja diikutkan sebagai variabel kontrol. Analisis regresi sederhana untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Analisis regresi hirarkikal untuk menguji apakah dukungan dapat menjelaskan varians inkremental dalam variabel dependen melebihi politik, atau sebaliknya.
Analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa dukungan organisasional berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan keIja, komitmen afektif, komitmen continuance, dan komitmen normatif; dan beipcngaruh negatifterhadap turnover intention, stres keIja, dan perilaku agresif. Politik organisasional berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention, dan stres keIja; serta berpengaruh negatif terhadap kepuasan keIja, komitmen afektif, komitmen continuance, dan komitmen normatif. Politik organisasional tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku agresif.
Analisis regresi hirarkikal menunjukkan bahwa saat dukungan dimasukkan pertama, politik dapat menjelaskan varians inkremental dalam kepuasan keIja, komitmen afektif, komitmen continuance, komitmen normatif dan stres kerja melebihi dukungan. Saat politik dimasukkan pertama, dukungan dapat menjelaskan varians inktemental dalam kepuasan kerja, komitmen afektif, komitmen continuance, komitmen normatif, dan perilaku agresif melebihi yang dijelaskan politik. Karena dukungan dan politik dapat menjelaskan varians inkremental melebihi satu sarna lain, maka keduanya dapat dinyatakan sebagai konstruk yang berbeda.
Kata Kunci : dukungan dan politik organisasional, kepuasan keIja, komitmen afektif, komitmen continuance, komitmen normatif, turnover intention, stres kerja, da perilaku agresif.