Efisiensi Relatif Usaha Tani Tembakau Berdasarkan Perbedaan Luas Lahan Garapan: Studi Kasus Di Desa Tuksari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah.
SISNO (Adv.: Soetatwo Hadiwigeno, Dr., MA.), Soetatwo Hadiwigeno, Dr., MA.
Tembakau sebagai bahan baku industri rokok mempunyai peranan yang besar terhadap perekonomian masyarakat. Dari segi sosial ekonomi terdapat empat sumbangan pokok industri tembakau dan rokok terhadap perekonomian Indonesia yaitu sebagai sumber devisa negara, penyerapan tenaga kerja, sumber penerimaan negara dan stimulasi pembangunan daerah. Sehingga peningkatan kualitas dan kuantitas produksi harus terus dilakukan. Disisi lain terbatasnya lahan usaha tani menimbulkan masalah tersendiri bagi petani, hal ini menuntut mereka untuk dapat memanfaatkan sumber daya yang terbatas dengan lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi relatif usaha tani tembakau berdasarkan perbadaan luas lahan garapan, yaitu antara petani kecil (luas lahan < 1 ha) dan petani besar (luas lahan ≥ I ha). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling. Jumlah sampel ditetapkan sebanyak 100 petani yaitu 15% dari masing-masing populasi terdiri dari 73 petani kecil dan 27 petani besar. Data diestimasi dengan menggunakan metode regresi terhadap fungsi produksi sebagai fungsi keuntungan dan terhadap fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukan bahwa petani kecil mencapai efisiensi ekonomi dan cfisicnsi tehnis yang lebih baik dibanding petani besar. Hal ini karena adanya perbedaan perilaku petani dalam mengalokasikan input. Pada petani besar adalah maksimisasi keuntungan sedangkan petani kecil adalah maksimisasi utilitas. Sedangkan efisiensi harga baik petani kecil maupun petani besar belum optimal, yang ditunjukan oleh besamya nilai k yang tidak sama dengan satu. Efisiensi harga akan semakin baik jika nilainya mendekati satu. Implikasi dari temuan ini bahwa untuk mencapai efisiensi ekonomi dan efisiensi tehnis yang lebih baik petani besar perlu melakukan pengawasan yang lebih intensif terhadap tenaga kerja, karena sebagian besar tenaga kerja mereka berasal dari luar keluarga. Sedangkan untuk mencapai efisiensi harga petani perlu menambah input yang belum efisien. Penambahan input tenaga kerja dilakukan dengan pemberdayaan pengangguran, penambahan input modal diperlukan bantuan kredit lunak dengan pengawasan yang baik dan distribusi yang tepat
Tobacco as raw material of cigarette industry has important role to economy society. As social economy, there are four main role tobacco and cigarette industry to national economy, as current income, employment problem, national income resource and local development stimulation. So, it should be done quality and quantity improvement. In the other side, farmers face problem with small cultivation, so they have to use natural resources more efficiently. This research want to analyze relative efficiency tobacco farmers between small farm (least than one hectare of cultivable land) and large one (more than one hectare of cultivable land). This study is based on stratified sampling method. The surveys cover a hundred farmers sample. The sample size was planned to constitute about 15 percen of official data on total population tobacco farmers in Tuksari. It contains 73 small farmers and 27 large one. Data is estimated with ordinary least square to production function as profit function and to Cobb-Douglas production function. This research show that small farm has more economic efficiency and technic efficiency than another one. This is because small farm is utility maximize, and large farm is profit maximize. As price efficiency, both small and large farm did not reach optimality yet. It is shown by value of knot equal 1. This finding imply that in agriculture the supervisory role of large farm may be crucial for attaining better level of economic and technic efficiency. Price efficiency can be reached by additional input did not efficient yet. They should use slag variable unemployment to fulfill lack of employees and government should give low interest rate credit with good controlling and good distribution.
Kata Kunci : Efisiensi ekonomi, Efisiensi tehnis, Efisiensi harga/Efisiensi alokasi, Petani besar, Petani kecil, Economic efficiency, Technic efficiency, Price efficiency, Large farm, Small farm.