Pengaruh Liberalisasi Perbankan Terhadap Rasio Pangsa Pasar Perbankan Domestik, Indonesia
Silvia, Bayu Eka. (Adv.: Drs. A. Budi Purnomo, M.A.), Drs. A. Budi Purnomo, M.A.
Tulisan ini menyajikan hasil dari penggunaan beberapa tekhnik analisa ekonometrik time series yang menyelidiki pengaruh dari Liberalisasi perbankan, terhadap rasio pangsa pasar perbankan dalam negeri, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Liberalisasi perbankan yang dimaksud dalam studi ini adalah kebijakan pemerintah Indonesia tanggal 28 Oktober 1988 (Pak-to 88), yang membuka sektor perbankan Nasional bagi perbankan asing. Secara lebih khusus diteliti pengaruh dari keberadaan Bank Asing terhadap pangsa pasar bank domestik, yang mana Bank omestik disini dibagi kedalam tiga kategori, yaitu Bank Devisa Nasional, Bank Umum Non Devisa dan bank Pembangunan.
Pengaruh jangka pendek diselidiki dengan menyelidiki ada atau tidaknya hubungan Kausalitas Granger antara Rasio Pangsa Pasar Bank Asing dengan Rasio Pangsa Pasar Bank Domestik. Bilamana terdapat Granger Causality effect antara variabel yang diselidiki berarti terdapat hubungan jangka pendek, selanjutnya bisa diselidiki hubungan jangka panjang antara variabel tersebut. Sementara hubungan jangka panjang antara variabel diselidiki dengan melakukan regresi Kointegrasi.
Hipotesis nol bahwa tidak terdapat hubungan antara liberalisasi eskternal tersebut dengan Rasio pangsa pasar Bank Domestik, ditolak dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, terutama bagi bank devisa nasional dan bank non devisa.
Dan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa liberalisasi eksternal perbankan yang dilakukan pemerintah Indonesia mempunyai pengaruh jangka pendek dan jangka panjang dalam mengurangi Rasio pangsa pasar Bank domestik, karena dengan adanya kebijakan tersebut peningkatan rasio pangsa pasar bank asing/campuran berdampak mengurangi rasio pangsa pasar bank domestik.
This study investigates the short run and the long run impact of liberalization in Banking Industry on domestic banking market share in Indonesia, by employing time series modelling techniques. Banking Liberalization mean in this study is the Government policy of 28 Oktober 1988 (Pakto 88), in which government started to open the Indonesia banking sector for the foreign banks.
The investigation into short run effect on the domestic banking market share requires the Granger causality effect between parameter under study. The testing of the long run relationship can proceed if and only if a short run relationship exists. Then the long run effect is investigated by using Cointegration regression.
The null hyphothesis being that this event had no effect on Indonesia domestic Banking market share, is rejected in the short run and in the long run for particularly two categories of banking, Bank Devisa Nasional and Bank Non Devisa. In summary The banking Liberalization in Indonesia have a statistically significant long run dampning effect on Domestic Banking market share. Because the liberalization caused the increasing on the foreign bank market share that have dampning effect on domestic banking market share.
Kata Kunci : Liberalisasi perbankan, Bank Asing, Bank Domestik, Kausalitas Granger, Kointegrasi