Pengaruh Interaksi Perdagangan Partisipasif,Information Asymmetry,dan Budget Emphasis Terhadap Slack Penganggaran Studi kasus pada :PT MSA Kargo
SILAHOOIJ, BRANIMAN EPAFRAS(pembimbing: Drs.Sumiyana,Akt), Drs.Sumiyana,Akt
Penganggaran partisipatif memungkinkan adanya slack penganggaran. Hal yang sama juga terjadi ketika budget emphasis tinggi dan information asymmetry tinggi, bawahan akan terdorong untuk membuat slack. Dalam kondisi tingkat partisipasi yang rendah, apapun tingkat budget emphasis dan information asymmetry-nya, peluang bawahan untuk membuat slack pada anggaran menjadi terbatasi.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana interaksi ketiga va ria bel tersebut secara simultan berpengaruh terhadap adanya slack penganggaran. Dengan mendasari pada penelitian sebelumnya maka diharapkan tingkat partisipasi yang tinggi (rendah), dengan budget emphasis dan information asymmetry yang juga tinggi (rendah) akan membuat slack anggaran juga tinggi (rendah). Dalam melakukan penelitian, dibuat hipotesa nolsebagai berikut :
Ho: Interaksi diantara budgetary participation, information asymmetry, dan budget emphasis tidak mempunyai pengaruh terhadap budgetary slack.
Responden yang dipilih dalam penelitian ini adalah para supervisor dan manajer Strategic Business Unit yang ada dalam PT MSA Kargo. Kuisioner dikirim kepada 55 responden yang merupakan manajer dan supervisor yang ada dalam PT MSA Kargo di seluruh Indonesia. Dari seluruh reponden yang ada, kuisioner yang dikembalikan hanya berjumlah 36 buah atau 65 persen. Dari 36 kuisioner yang kembali, 4 buah dinyatakan gugur karena skor information asymmetry tidak melebihi 24 yang merupakan angka minimal untuk menunjukkan adanya ketidaksamaan informasi. Akhirnya hanya 32 responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Mayoritas responden adalah manajer yang membawahi kurang dari 25 karyawan (78,1%). Sedangkan yang membawahi 25-50 karyawan adalah sebanyak 5 responden (15,6%). Sisanya adalah manajer yang membawahi lebih dari 50 orang (6,3%). Sebanyak 40,6 persen responden adalah lulusan SL TA, 25 persen lulusan Diploma 3, dan 31,3 persen bergelar sarjana Strata 1. Responden yang bekeria kurang dari satu tahun juga sebesar 78,1 persen, dan yang telah bekerja lebih dari satu tahun sebesar 21,9 persen. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut : Pertama, tidak adanya hubungan yang signifikan antara penganggaran partisipatif, information asymmetry dan budget emphasis secara bersama-sama terhadap slack anggaran. Dengan demikian hasil penelitian ini menerima hipotesa not yang dibuat. Kedua, perubahan-perubahan yang terjadi pad a slack anggaran banyak dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah penelitian ini hanya meneliti pada satu perusahaan yaitu PT MSA Kargo, sehingga hasilnya belum tentu dapat diberlakukan secara umum kepada semua perusahaan. Keterbatasan penelitian ini juga ditimbulkan oleh kesulitan dalam mengukur beberapa variabel, khususnya variabel budgetary slack dan information asymmetry
Kata Kunci : Perdagangan Partisipatif, Slack Penganggaran, information asymmetry, budget emphasis, Pengendalian Manajemen, Konsep Anggaran, budget empasis,