Laporkan Masalah

Studi Empiris Pemahaman Akuntan Publik Tentang Penggunaan Metode Sampling Statistik Untuk Pemeriksaan Akuntan

SILABAN, ADANAN (Adv.: Sukamto, Drs., M.Sc., Ak.), Sukamto, Drs., M.Sc., Ak.

2016 | Tesis | S2 Accounting

Sudah merupakan kebiasaan yang diterima secara luas dalam praktik pemeriksaan umum laporan keuangan bahwa akuntan publik melakukan sebagian besar pemeriksaannya atas dasar sampel. Pemeriksaan berdasarkan sampel diikuti dengan timbulnya risiko sampling. Sampling untuk pemeriksaan dapat dilakukan secara statistik atau kebijaksanaan. Keunggulan penggunaan sampling statistik untuk pemeriksaan adalah akuntan dapat mengukur dan mengendalikan besarnya risiko sampling, sedangkan dengan sampling kebijaksanaan risiko ini tidak dapat diukur, dan hanya dapat dikendalikan secara intuitif. Di Indonesia sampling statistik untuk pemeriksaan merupakan metode yang relatif baru. Pada umumnya, akuntan publik lebih akrab dengan sampling kebijaksanaan. Oleh karena itu penulis menduga akuntan publik belum memahami penggunaan metode ini untuk pemeriksaan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris pemahaman akuntan publik tentang penggunaan sampling statistik untuk pemeriksaan. Data dikumpulkan melalui jasa pos dengan partner kantor akuntan publik yang terdaftar sebagai anggota IAI-SAP 1993 sebagai populasi. Kuesioner dikirim kepada 250 responden yang dipilih secara acak, tetapi 6 dikembalikan melalui jasa pos dengan alasan responden pindah alamat. Dari responden yang potensial, 101 mengembalikan kuesioner. Dengan demikian tingkat pengembalian jawaban adalah 41,39% (101/244). Dari kuesioner yang masuk, hanya 93 yang dapat digunakan dalam analisa data. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel utama penelitian ini terdiri dari 20 pertanyaan, disusun seolaholah pertanyaan mengenai sikap atau pendapat. Instrumen dibangun berdasarkan aspek-aspek yang selayaknya dipahami oleh responden untuk penggunaan metode ini. Dengan demikian instrumen penelitian ini sahih secara logis. Instrumen ini juga dapat diandalkan karena menghasilkan koefisien reliabilitas data sebesar 0,7113. Sebelum data dianalisis dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah terdapat respon bias dan responden menjawab secara acak. Hasil pengujian menunjukkan tidak terdapat respon bias, dan responden tidak menjawab secara acak. Dengan menggunakan uji proporsi, penulis menyimpulkan bahwa mayoritas akuntan publik belum memahami penggunaan samplindg-t-atistik untuk pemeriksaan. Penulis juga menemukan bahwa tingkat pemahaman berhubungan positif dengan penggunaan serta frekuensi penggunaan sampling statistik untuk pemeriksaan akuntan. Berdasarkan hasil penelitian ini dikemukakan saransaran kepada pihak yang terkait: 1. Bagi IAI-SAP untuk menerbitkan pedoman penggunaan sampling statistik untuk pemeriksaan dan menyelenggarakan pendidikan profesi lanjutan mengenai penggunaan metode ini. 2. Bagi kantor akuntan publik disarankan untuk mengirimkan partner dan staffnya mengikuti pendidikan tentang penggunaan metode ini atau dengan menyelenggarakan pendidikan di kantornya. 3. Bagi lembaga perguruan tinggi, disarankan untuk memberikan perhatian lebih dalam pengajaran metode sampling statistik untuk pemeriksaan akuntan. 4. Bagi peneliti untuk melakukan penelitian replikasi untuk melihat perubahan tingkat pemahaman penggunaan metode ini.

It is largely accepted in general audit financial statements that a public accountant bases most of his/her works on sampling. Audit sampling subject to sampling risk. Audit sampling can be statistical or judgemental. The advantage uses of statistical sampling in auditing is that an accountant can measure and control the magnitude of sampling risk, but with judgemental sampling an accountant cant measure the sampling risk; it can only be controlled intuitively. In Indonesia, the statistical sampling in auditing is a relatif new method. In general a public accountant is more familiar with judgemental sampling. That why the author suspect that a public accountant doesnt understant the use of statistical sampling in auditing. The main purpose of this study is to provide empirical evidence about a public accountant understands the use of statistical sampling in auditing. The data are collected through the postal service using the partner of public accountant office belonging to IAI-SAP 1993 as a population. The questionnaires are sent to 250 randomly selected respondents, but 6 questionnaires are sent back through the postal service since the respondents have moved house. 101 potensial respondent give the questionnaires back so that respon rate is 41,39% (101/244). There are only 93 questionaries which can be used in the analysis data. The instrument used to measure the main variable of the study consists of 20 questions made such away as if they deal with attitude or opinion. The instrument developed from some aspect should known by the respondents to use this method. So the instrument is logically valid. The instrument is also reliable because result the reliable data. Index reliability of data is 0,7113. Before data are analyzed, they are tested to see whether there are respon bias and whether the respondents answer the questions randomly. The result of the test shows no response bias and the respondents dont answer the questions randomly. Using proportional test, the author concludes that most of public accountants don't understand the uses of statistical sampling in auditing. The author also found that the level of understanding uses of statistical sampling positively relates to use and frequency of the use of these methods. Based on the result of the study there is some -advice stated as follows: 1. IAI-SAP should publish a guide for the use of statistical sampling in auditing, and in establishing continuing professional education dealing with the use of this methods. 2. Public accountant offices should send partners and staff to follow training of the use of the method or by holding the training in the office. 3. Academic institutions should pay more attention to teaching of statistical sampling method in auditing. 4. Researchers should hold replication researches to see the changes of the understand of public accountants about the use of this method.

Kata Kunci : audit financial statements, pemeriksaan umum laporan keuangan, penggunaan sampling statistik untuk pemeriksaan, sampling statistic, sampling kebijaksanaan, judgemental sampling, statistical sampling in auditing.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.