Laporkan Masalah

Persepsi Akuntan terhadap Kode Etik Akuntan

Sihwahjoeni. (Adv.: Dr. Gudono, MBA), Dr. Gudono, MBA

2015 | Tesis | S2 Accounting

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris perbedaan persepsi tujuh kelompok akuntan (akuntan publik, akuntan pendidik, akuntan pendidik sekaligus akuntan publik, akuntan manajemen, akuntan pendidik sekaligus akuntan manajemen, akuntan pemerintah, dan akuntan pendidik sekaligus akuntan pemerintah) terhadap kode etik akuntan. Dalam penelitian ini diajukan hipotesis, (1) tidak terdapat perbedaan persepsi terhadap kode etik di antara tujuh kelompok akuntan (HO) dan (2) terdapat perbedaan persepsi terhadap kode etik di antara tujuh kelompok akuntan (Ha).

Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang penyebarannya dilakukan secara convenience. Analisis data dilakukan terhadap 151 hasil isian kuesioner dengan ANOVA (Analysis of Varians). Dari hasil penelitian ini HO tidak dapat ditolak, sedangkan Ha ditolak. Hal tersebut jika dilihat dan keseluruhan persepsi kode etik dan hasil uji perbedaan persepsi kode etik pada tujuh kelompok akuntan menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan di antara tujuh kelompok akuntan dengan F = 1,9191, p = 0,0815. Dalam hal ini analisis akseptual difokuskan pada lima faktor kode etik akuntan yang meliputi kepribadian, kecakapan profesional, tanggung jawab, pelaksanaan kode etik, serta penafsiran dan penyempurnaan kode etik. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi yang signifikan pada faktor penafsiran dan penyempurnaan kode etik di antara tujuh kelompok akuntan tersebut dengan F = 2,5385 , p = 0,0229. Hal ini berarti bahwa penafsiran dan penyempurnaan kode etik di antara tujuh kelompok akuntan tersebut perlu adanya penyamaan persepsi. Oleh karena itu, masing-masing kelompok akuntan perlu untuk lebih menghayati dan mendalami Bab V pasal II Kode Etik Akuntan Indonesia yang khusus membahas tentang penafsiran dan penyempurnaan kode etik.

Secara umum, pada faktor penafsiran dan penyempurnaan kode etik (X5) jika ditinjau dari kelompok jenis kelamin, umur, posisi sebagai akuntan, jabatan, lama mengikuti pendidikan dan pelatihan, jam kerja rata-rata dalam seminggu, dan pernah atau belum pernah mendalami kode etik menunjukkan hasil bahwa terdapat perbedaan persepsi yang signifikan. Pada faktor tanggung jawab (X3) jika ditinjau dan kelompok jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), pendidikan dan pelatihan (auditing, perpajakan, pendidikan profesi lanjutan, lain-lain), maka menunjukkan hasil bahwa terdapat perbedaan persepsi yang signifikan di antara tujuh kelompok akuntan. Selanjutnya pada faktor kepribadian (XI), jika ditinjau dan kelompok jabatan (dosen dan nondosen) maka menunjukkan hasil bahwa terdapat perbedaan persepsi yang signifikan di antara tujuh kelompok akuntan dengan F = 4,8885, p = 0,0286. Selanjutnya pada faktor pelaksanaan kode etik (X4), jika ditinjau dan Iama mengikuti pendidikan dan pelatihan maka menunjukkan hasil bahwa terdapat perbedaan persepsi yang signifikan di antara tujuh kelompok akuntan dengan F = 3,3070, p = 0,0126.

The aim of this research is to test empirically. the difference in perception of seven accountant groups (public accountant, teaching accountant, teaching and public accountant, management accountant, teaching and management accountant, government accountant, teaching and government accountant). In this research the hypothesis presented, (1) is there be no difference in perception on ethic code among seven accountant groups (NH) and (2) is there be a difference in perception on ethic code among seven accountant groups (AH).

The analysis is based on comments from 151 respondents where its data gathering through quesionaire in which its distribution is undertaken by convenience manner. From the result of this research NH is unrefusable, whereas AH is refused. It means that if it is seen from all perception on ethical code and result of difference test in perception on ethical code by making use of ANOVA (Analysis of Varians) for seven accountant groups indicate a result that there is no significant difference in perception among seven accountant groups by F = 1,9191 , p = 0,0815. As known analysis conceptual focused on five factors involving personality, professional competence, responsibility, enforcement of ethic code, interpretation and improvement ethic code. If observed profoundly, there is a significant difference perception on interpretation and improvement of ethic code among seven accountant groups by F = 2,5385 , p = 0,0229. It means that interpretation and improvement of ethic code among seven accountant groups require a presence of a perceptional equalization. Therefore, presumably each accountant groups require to understand and to deeper on Chapter V article I I in ethic code of Indonesia accountant discussing especially on interpretation and improvement of ethic code.

In general, on interpretation and improvement factors of ethic code (X5) if it is reviewed from gender, age, position of accountant, function groups, length of time in attending education and training, mean working hour per week, and ever or not yet ever deeper the ethic code indicate a result that there is no significant difference in perception. Furthermore on responsibility factor (X3) if it is reviewed from gender (male and female), education and training groups (auditing, taxation, advanced professional education, and others), so they indicate a result that there is a significant difference in perception among seven accountant groups being respondent. On personality factor (XI), if it is reviewed from function groups (lecturer and non-lecturer) so it indicates that there is a significant difference in perception among seven accountant groups being respondents by F = 4,8885, p = 0,0286. Furthermore on enforcement factor of ethic code (X4), if reviewed from length of time in attending the education and training so it indicates a result that there is a significant difference in perception among seven accountant groups being respondents by F = 3,3070 , p = 0,0126.

Kata Kunci : Persepsi, Akuntan, Kode Etik Akuntan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.