Pengaruh Diversifikasi Pendapatan Terhadap Risiko dan Kinerja Bank
SIANIPAR, ARYANTI SARIARTHA (Adv.: Suad Husnan, MBA., Ph.D), Suad Husnan, MBA., Ph.D
Teori Portofolio menyatakan bahwa diversifikasi mampu menurunkan risiko sehingga dapat memaksimalkan keuntungan. Hal tersebut yang mendorong banyaknya bank melakukan diversifikasi pendapatan. Bank tidak lagi fokus pada aktivitas pemberian kredit, namun telah memperluas aktivitasnya ke usaha yang menghasilkan pendapatan non-bunga, yaitu dari fee dan trading. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya berdampak pada kinerja bank namun juga risiko. Bank-bank yang melakukan aktivitas diversifikasi tidak hanya bank-bank besar namun bank kecil. Bank besar akan memperoleh manfaat penurunan risiko yang lebih besar dibandingkan bank kecil karena memiliki proporsi pendapatan non-bunga yang lebih besar dan sumber daya yang lebih baik.
Penelitian ini menguji pengaruh diversifikasi pendapatan bank terhadap risiko dan kinerja pada bank-bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2012. Jenis data dalam penelitian ini adalah data panel. Proksi risiko dan kinerja yang digunakan adalah berdasarkan data pasar saham (market based measures) dan data akuntansi (accounting based measures). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa diversifikasi pendapatan mampu menurunkan risiko non-sistematis dan risiko total bank. Sumber pendapatan yang mampu menurunkan risiko non-sistematis dan risiko total adalah fee income. Diversifikasi pendapatan tidak berpengaruh terhadap kinerja bank yang diukur dengan nilai pasar, namun berpengaruh positif terhadap profitabilitas dan berpengaruh negatif terhadap inefisiensi biaya. Selain itu ditemukan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh diversifikasi pendapatan terhadap risiko pada bank besar dan bank kecil. Pengaruh diversifikasi pendapatan terhadap risiko lebih negatif pada bank besar dibandingkan bank kecil hanya terjadi pada beta saham. Sumber pendapatan yang mampu menurunkan beta saham lebih tinggi pada bank besar adalah trading income.
Portfolio theory suggests that by diversification investors can obtain benefits of decreasing risk and increasing return. This theory motivates banks managers to shift their activities from lending activities to non-interest activities, such as fee generating and trading activities. These activities not only affect the performance but also the risk of the bank. The strategy of diversification is implemented by large banks and small banks. Large banks gain more benefits of decreasing risk compared with small banks because they have more proportions of non-interest income and better resources.
This study examines the effect of bank revenue diversification on risk and performance of listed banks in Indonesia Stock Exchange over the period 2004-2012. Using panel data with measures of risk based on market data and accounting data, this study finds diversification decreases bank unsystematic and total risk. Banks gain benefits of decreasing unsystematic and total risk by increasing their fee income. This study finds no evidence of increasing market value from non-interest income although non-interest income affects banks profitability positively and cost inefficiency negatively. There is no difference of diversification effect on risk between large banks and small banks. Large banks only enjoy lower market beta compared to small banks when the proportion of non-interest income is high. Higher proportion of trading income leads to lower market beta.
Kata Kunci : Revenue diversification, non-interest income, diversifikasi pendapatan, pendapatan non-bunga, fee income, risiko, kinerja bank, risk, bank performance.