Laporkan Masalah

Islamic Ethical Indentity: Studi Terhadap Identitas Etis Bank Syariah Sebagaimana Terungkap Dalam Laporan Tahunan Bank Umum Syariah di Indonesia Dan Di Luar Indonesia

SETIYANINGSIH, IKA ARI (Adv.: Eko Suwardi, Dr., M.Sc., CMA.), Eko Suwardi, Dr., M.Sc., CMA.

2014 | Skripsi | S1 Accounting

Penelitian ini memodifikasi instrumen penelitian Haniffa dan Hudaib (2007) dengan menyesuaikannya terhadap peraturan-peraturan Bank Indonesia yang terkait. Penelitian dilakukan terhadap laporan tahunan 11 (sebelas) bank umum syariah (BUS) dan 3 (tiga) bank umum syariah di luar Indonesia dengan menilai kesesuaian identitas etis yang dikomunikasikan dengan identitas etis bank syariah yang ideal. Untuk penilaian identitas etis bank syariah digunakan indeks yang dikembangkan oleh Haniffa dan Hudaib (2007) yang disebut Ethical Identity Index (EII). Penilaian indeks menggunakan skala dikotomi. Dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat variasi tingkat kesesuaian antara identitas etis bank syariah sebagaimana terungkap dalam laporan tahunan bank umum syariah di Indonesia dan di luar Indonesia dibandingkan dengan identitas etis bank syariah yang ideal. Hasil perhitungan EII yang dilakukan terhadap 9 (sembilan) BUS di Indonesia dan 3 (tiga) BUS di luar Indonesia menunjukkan bahwa 3 (tiga) dimensi memiliki nilai di bawah rata-rata, yaitu dimensi Komitmen terhadap Lingkungan Masyarakat (0,42), Produk dan Layanan (0,47), dan Zakat, Infak dan Shadaqah serta Dana Kebajikan (0,47). Hasil penelitian juga menunjukkan dua BUS di Indonesia memilki nilai EII lebih tinggi dibandingkan yang lain, yaitu BSM (0,84) dan BMI (0,82), sedangkan BUS yang memiliki nilai di bawah rata-rata adalah ARB (0,28), BIBD (0,41), BVS (0,44), dan BPS (0,47). Pada perhitungan EII kelompok tahunan, BJBS dan MBS juga mendapatkan nilai di bawah rata-rata, yaitu 0,41 dan 0,43. Dengan demikian, ada empat dari sebelas BUS di Indonesia dan dua dari tiga BUS di luar Indonesia yang mengkomunikasikan identitas etisnya di bawah rata-rata.

This study modifies Haniffa and HudaibÂ’s research instrument (2007) by aligning it with related regulations of Bank Indonesia. Research conducted on the annual report of eleven Islamic banks in Indonesia and three Islamic banks outside Indonesia to assess whether discrepancy exist between communicated and ideal ethical identity of Islamic banks. For the assessment of the ethical identity of Islamic banks, this study use a dichotomous scale index developed by Haniffa and Hudaib (2007) called the Ethical Identity Index (EII). The results note that there are varying levels of compatibility between Islamic banksÂ’ communicated ethical identity as revealed in the annual report of Islamic banks in Indonesia and outside Indonesia, with the ideal ethical identity of Islamic banks. EII calculation results conducted on nine Islamic banks in Indonesia and three Islamic banks outside Indonesia shows that there are three out of eight dimensions have values lower than the average, those are the dimension of Commitment to the Environment and Society (0.42), Product and services (0.47), and Zakat, Shadaqah and Infaq, and Benevolence Loans (0,47). The results also suggest that BSM (0.84) and BMI (0.82), two Islamic banks in Indonesia, have the EII score higher than the others, while ARB (0.28), BIBD (0.41), BVS (0.44), and BPS (0.47) score lower than average. In the calculation of the one-year EII, BJBS and MBS also score below the average, which is 0.41 and 0.43. Thus, there are four out of eleven Islamic banks in Indonesia and two out of three Islamic banks outside Indonesia that communicate their ethical identity lower than the average.

Kata Kunci : Ethical Identity, Islamic Banks, Annual Report, Identitas Etis, Bank Syariah, Laporan Tahunan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.