Laporkan Masalah

Pengaruh Dimensi Gaya Kepemimpinan Transaksional dan Transformasional Serta Budaya Organisasional Terhadap Keadilan Organisasional Persepsian

SETIORINI, AYUNING (Adv.: Djamaludin Ancok, Prof. Dr. MA.), Djamaludin Ancok, Prof. Dr. MA.

2015 | Tesis | S2 Magister Management

Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh dimensi gaya kepemimpinan transaksional dan transformasional serta budaya organisasional terhadap keadilan organisasional persepsian karyawan. Studi ini terdiri dari dua jenis variabel bebas, yaitu (1) dimensi gaya kepemimpinan transaksional (penghargaan bersyarat dan manajemen pengecualian aktif) dan transformasional (pertimbangan yang bersifat individual) diukur menggunakan angket penelitian Bass dan Avolio (1990); (2) budaya organisasional, merujuk pada empat dimensi budaya: jarak kekuasaan, pengelakan pada ketidakpastian, individualisme vs. kolektifisme, dan feminitas vs. maskulinitas yang diukur menggunakan angket penelitian dimensi budaya lintas negara oleh Hofstede (2010). Sedangkan, untuk variabel terikat penelitian merujuk pada keadilan organisasional persepsian meliputi keadilan distributif yang diukur berdasarkan angket penelitian Price dan Mueller (1986), dan keadilan prosedural berdasarkan angket penelitian Moorman (1991).

Penelitian ini memiliki delapan hipotesis dengan pembagian, yaitu tiga hipotesis menguji pengaruh dimensi gaya kepemimpinan transaksional dan transformasional terhadap keadilan distributif dan/atau prosedural. Kemudian, lima hipotesis menguji pengaruh empat dimensi budaya terhadap keadilan distributif dan/atau prosedural. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif kepada 100 responden karyawan PT XYZ yang berlokasi di kantor pusat Jakarta dan memiliki Atasan, baik lokal maupun ekspatriat, menggunakan teknik pengambilan sampel berupa convenience sampling, yaitu pengambilan sampel sembarang tanpa mekanisme tertentu dan berprinsip pada kemudahan Peneliti.

Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana dan berganda, Peneliti memperoleh hanya dua hipotesis penelitian yang dapat terbukti signifikan berdasarkan pengujian statistik, sedangkan keenam hipotesis penelitian lainnya tidak terbukti. Dua hipotesis penelitian yang dapat diterima adalah (1) dimensi penghargaan bersyarat pada gaya kepemimpinan transaksional mempengaruhi terciptanya keadilan distributif persepsian karyawan (nilai signifikansi 0,029 < probabilitas 0,05); dan (2) budaya organisasional feminitas mempengaruhi terciptanya keadilan distributif persepsian yang rendah pada karyawan (nilai signifikansi 0,018 < probabilitas 0,05); dan nilai Unstandardized Coefficients B yang bernilai positif (0,339) untuk menjelaskan kaitan feminitas tinggi dengan persepsi keadilan distributif rendah.

This study examines the effect of leadership styles dimensions of transactional and transformational and organizational culture on employees organizational justice perceptions. This study has two independent variables such as (1) dimensions of transactional leadership (contingent reward and management by exception (active)) and transformational leadership (individual consideration) which referes to questionnaire of Bass and Avolio (1990); (2) organizational culture refers to Hofstedes (2010) four dimensions of culture consists of power distance, uncertainty avoidance, individualism vs. collectivism, and feminity vs. masculinity measured using Hofstedes questionnaire for studying cultures accross nations. While dependent variable of this study is organizational justice consists of distributive justice, which measured by the questionnaire of Price and Mueller (1986) and procedural justice measured by the questionnaire of Moorman (1991).

This research proposes eight hypotheses which devided into three hypotheses related to leadership styles dimensions of transactional and transformational based on their effects to distributive and/or procedural justice. Then, the other five hypotheses are related to organizational culture which represented in specifically based on Hofstedes (2010) four dimensions of culture on their effects to distributive and/or procedural justice. This research was measured quantitatively to the 100 respondents of PT XYZÂ’s employees whom located in Jakarta head office with local or expatriate Supervisor, using convenience sampling technique, a technique of sampling without any specific mechanisms in simplicity principles.

According to the results of simple and multiple regression analysis, it has been proven that two of eight hypotheses are acceptable, while six others hypotheses are not. Those two hypotheses are (1) contingent reward dimension of transactional leadership style effects on distributive justice perceptions construction (t sig. 0.029 < 0.05), and (2) feminity culture effects on low distributive justice perceptions construction (t sig. 0.018 < 0.05) with Unstandardized Coefficients B in positive value (0.339) which interpret the association of high feminity with low distributive justice perceptions.

Kata Kunci : dimensi gaya kepemimpinan, budaya organisasional, keadilan organisasional persepsian, leadership styles dimensions, organizational culture, organizational justice perceptions.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.