Laporkan Masalah

Analisis Rasio Keuangan pada APBD Kabupaten Wonosobo tahun 2002-2005

Setiasih, Nurikhana, Dr. Eko Suwardi, M.Sc., Ak.

2007 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah maka Pemerintah Daerah berkewajiban melakukan pengelolaan keuangan daerah secara tertib dan taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Wonosobo selama periode 2002-2005 berdasarkan data APBD dan realisasi APBD selama periode peneilitian. Kinerja keuangan dihitung melalui Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas & Efisiensi, Rasio Aktivitas, DSCR, dan Rasio Pertumbuhan Pendapatan dan Pengeluaran. Untuk periode 2004-2005 telah menggunakan sistem performance budgeting dan telah diterbitkan Neraca Daerah sehingga analisis ditambah dengan Risk Analysis, Rasio Pengukuran Pendapatan Atas Total Aset, Revenue Measure, dan Expenditure Measure. Hasil penelitian dengan pendekatan traditional budgeting menunjukkan bahwa kemandirian Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam memenuhi kebutuhan dana untuk penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan pembangunan dan pelayanan sosial masyarakat masih relatif rendah. Tingkat efektifitas dan efisiensi dalam merealisasikan pendapatannya tergolong baik. Terdapat kecenderungan kenaikan belanja rutin dan adanya kecenderungan penurunan belanja pembangunan. Untuk periode tahun anggaran 2004-2005 dengan pendekatan performance budgeting, rasio likuiditas Pemerintah Kabupaten Wonosobo menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan, ROA mengalami penurunan sebesar 0,11% selama tahun 2004-2005, Short Term Invenstment Income Ratio menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dari 1,18% pada tahun 2004 menjadi 8% pada tahun 2005. Belanja operasional masih mendominasi daripada belanja pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah dapat menyajikan perhitungan dan pelaporan keuangannya secara transparan dan lebih akuntabel. Kata kunci: traditional budgeting, performance budgeting, ratio.

Based on UU No.32 tahun 2004 about Management and Responsibility of Standard Region hence Local government is obliged to do management of standard region orderly obedient and at law and regulation applied. These research objectives to know finance performance of Government of the Wonosobo District in the year of 2002-2005 based on APBD data and APBD realization during research period. Finance performance is calculated by through Independent ratio, Effectiveness Ratio & Efficiency, Activity Ratio, DSCR, and Income Growth Ratio and Outcome. For period 2004-2005 has applied system performance budgeting and has been published region balance sheet causing analysis added with Risk Analysis, Measurement Income Ratio to Total Asset, Revenue Measure, and Expenditure Measure. The result of research with approach of traditional budgeting indicates that independence of Government of the Wonosobo District in fulfilling taw for the management of government duties of development and public social services still be relative low. Level of affectivity and efficiency in realizing the income pertained well. There is tendency increase of routine expenditure and existence of degradation tendency of development shopping. For period year budget 2004-2005 with approach of performance budgeting, the liquidity ratio of Government of the Wonosobo District shows existence of increase tendency, ROA experiences degradation equal to 0,11% during the year 2004-2005, Short Term Investment Income Ratio shows increase that is enough significant from 1,18% in 2004 becoming 8% in 2005. The operational outcome was still predominating than public service outcome. The Government of the Wonosobo District have been able to present the calculation and financial reporting transparently and more accountable. Keyword: traditional budgeting, performance budgeting, ratio.

Kata Kunci : Analisis Rasio Keuangan; APBD; Anggaran Belanja Daerah; Wonosobo


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.