REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PELAPORAN RUGI SELISIH KURS : PENELITIAN EMPIRIS DI BURSA EFEK JAKARTA
SETIA, IRWAN (Pembimbing: PROF. DR MAS'UD MACHFOEDS, MBA), PROF. DR MAS'UD MACHFOEDS, MBA
Ball dan Brown (1968) menemukan hubungan positive antara laba dan return saham di sekitar tanggal publikasi laporan keuangan dan mereka menyimpulkan bahwa laba merupakan informasi yang berguna bagi pasar. Labalrugi seIisih kurs merupakan salah satu komponen dari informasi akuntansi yang dapat mempengaruhi laba, karena umumnya dilaporkan dalam laporan laba rugi. Namun pertanyaan apakah rugi selisih kurs yang merupakan komponen dari laba mempengaruhi pasar modal Bursa Efek Jakarta masih belum terjawab. Berdasarkan temuan Ball dan Brown, labalrugi selisih kurs yang merupakan salah
satu komponen laporan laba rugi diduga mempunyai hubungan dengan reaksi pasar modal. Tujuan peneIitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara rugi selisih kurs dengan reaksi pasar modal. Penelitian ini menguji 41 perusahaan yang terdiri dari 27 perusahaan yang melaporkan rugi selisih kurs dan 14 perusahaan yang melaporkan laba selisih kurs yang diambil sebagai sampel dengan menggunakan purposive sampling method. Model penelitian ditaksir dengan menggunakan OLS dan regresi berganda digunakan untuk menganalisis hubungan antara rugi selisih kurs dengan harga saham. Hasil penelitian mendukung hipotesis yaitu terdapat hubungan antara pelaporan selisih kurs dengan harga saham yang menunjukkan bahwa harga saham bereaksi terhadap rugi selisih kurs dalam laporan laba rugi.
Ball and Brown (1968) found a positive statistical association between earnings surprises and stock returns around an earnings announcement and concluded that earnings conveyed useful information to the market Exchange rate loss/gain is one of the components of accounting information. It can affect earnings, because in most cases, it is reported in the income statement However, the question of whether the exchange rate loss, as a component of earnings, affects the stock market in Jakarta Stock Exchange has never been answered yet Consistent with the work of Ball and Brown, exchange rate losses/gains as one of components of income statement supposedly have stock market reaction. The objective of this research is to explain the relationship between reporting of exchange rate losses and the stock market reaction. This research examines 41 companies that consist of 27 companies with exchange rate loss and 14 companies with exchange rate gain which were taken as a sample using a purposive sampling method. Empirical model is estimated using OLS and multiple regression is used to analyze the relationship between exchange rate loss and stock price. The results of this study support the hypothesis that there is a correlation between reporting of exchange rate losses and stock price. Thus the stock price responds exchange rate loss reflected in earnings.
Kata Kunci : laporan laba rugi, Harga saham, Selisih Kurs, laba, return saham, pasar modal, Laporan Keuangan