Bahaya penipuan internet: studi tentang kemampuan konsumen mendeteksi penipuan e-commerce
Satria, Riza Dwi (Adv. Dr. Fahmi Radhi, MBA), Dr. Fahmi Radhi, MBA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan konsumen Internet di OJ. Yogyakarta dalam mendeteksi penipuan yang dilakukan penjual di internet. Dalam studi ini peneliti memberikan responden dua kondisi, dimana setengah dari responden mengamati sebuah web site komersial yang nyata dan dan setengah responden sisanya mengamati sebuah site palsu yang dibuat oleh peneliti. Site palsu tersebut berisi ban yak manipulasi yang di desain untuk meningkatkan kepercayaan terhadap site tersebut, menurunkan resiko yg terasa, dan terutama meningkatkan kemungkinan bahwa pengunjung akan membeli dari site tersebut.
Model yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi model Deception Trust and Risk (OTR) yang dikembangkan oleh Grazioly dan Wang pada tahun 2001. Namun dalam penelitian ini, dilakukan beberapa penyederhanaan pada nTR model, dimana penelitian ini menekankan hanya pada mekanisme kepastian yang mempengaruhi risiko, mekanisrrte kepercayaan terhadap kepercayaan, pengaruh resiko dan kepercayaan terhadap sikap konsumen pada toko dan pengaruh sikap konsumen terhadap keputusan pembelian. Strdangkan variabel - variabel moderat yang terdapat pada OTR model, tidak diserlakan dalarrt penelitian ini. Hal ini dilakukan untuk mempersempit pentlasalahan dan menekankan pada variabel-variabel yahg dianggap paling berpengaruh
Hasil memperlihatkan bahwa hampir seluruh subjek gagal untuk rrtendeteksi penipuan dan maniJ>ulasi, walaupun beberapa sukses. Penipuan merniliki efek meningkatkan kepercayaan kOI1stImen dala,m mekanisme jamiI1an dan mekanisme kepercayaan, dirnana dalam gilirannya rtl.enurunkan resiko yang dirasakan dan meningkatkan kepercayaan terhadap toko. Studi ini menegaskan hipotesa adanya hubungan signlfikan arltara keinginan untukrilembeli, sikap terhadap toko, resiko, dan kepercayaan ylitlg konsisten dehgan model kepercayaan lain yang ditemukan di literatur. HasH studi juga mengUatkan perlelitian sejenis sebelumnya yang telah dilakukan oleh Grazioli dan Jarvent>aa pada tahun 2000 dan Grazioli dan Wang pada tahun 2001.
Kata Kunci : penipuan internet, kemampuan konsumen, e-commerce