Laporkan Masalah

Pola Alokasi Kerja Petani di Pedesaan (Studi Kasus Dua Desa di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah)

Sasongko, Gatot. (Adv.: Dr. M. Suparmoko, MA.), Dr. M. Suparmoko, MA.

2015 | Tesis | S2 Economics

Tujuan penelitian yang ingin dicapai : (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi jam kerja petani di sektor non pertanian dan (2) untuk menge-tahui perbandingan alokasi jam kerja dan pendapatan peta-ni dari sektor pertanian dan non pertanian. Penelitian dibatasi dengan studi kasus dua desa di Kabupaten Boyola-li Propinsi Jawa Tengah. Sebagai sampel dipilih Desa Kuwiran mewakili wilayah dengan fasilitas irigasi dan Desa Sumbung mewakili wilayah yang tidak mempunyai fasi-litas irigasi. Jumlah sampel 100 petani, 50 responden diambil dari Desa Kuwiran dan 50 reponden diambil dari Desa Sumbung. Pemilihan responden didasarkan pada luas pemilikan tanah. Sampel tiap strata diambil secara acak

non proporsional.

Variabel yang diduga mempengaruhi alokasi jam kerja petani di sektor non pertanian antara lain : jumlah tang-gungan keluarga, luas lahan garapan, tingkat pendidikan, jarak dan fasilitas irigasi dipakai sebagai dummy varia-bel. Jumlah tanggungan keluarga diukur dengan orang per tahun, luas lahan garapan diukur dengan hektar per tahun, tingkat pendidikan diukur dengan jumlah tahun studi, jarak diukur dengan rentang geografis dan kemudian digan-tikan dengan rentang waktu; sedangkan alokasi jam kerja petani di sektor non pertanian diukur dengan jumlah jam kerja di sektor non pertanian per tahun. Persamaan mate-matis dipilih model regresi linier berganda.

Perbedaan alokasi kerja dan pendapatan dari sektor pertanian dan non pertanian didasarkan pada luas pemilik-an tanah, luas lahan garapan, tingkat pendidikan dan

tanggungan keluarga.

Temuan dari hasil penelitian bahwa tanggungan kelu-arga, tingkat pendidikan, luas lahan garapan, jarak dan fasilitas irigasi secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap alokasi jam kerja petani di sektor non pertani-an. Secara parsial tanggungan keluarga berpengaruh posi-tip terhadap alokasi jam kerja petani di sektor non per-tanian yang berarti semakin banyak tanggungan keluarga, semakin banyak alokasi jam kerja petani di sektor non pertanian. Luas lahan garapan tidak berpengaruh terhadap alokasi jam kerja petani di sektor non pertanian. Tingkat pendidikan berpengaruh positip terhadap alokasi jam kerja petani di sektor non pertanian yang berarti semakin ting-gi tingkat pendidikan semakin banyak alokasi jam kerja petani di sektor non pertanian. Jarak berpengaruh negatip terhadap alokasi jam kerja petani di sektor non pertanian yang berarti semakin dekat jarak ke kota terdekat akan semakin banyak alokasi jam kerja petani di sektor non pertanian. Fasilitas irigasi berpengaruh terhadap alokasi jam kerja petani di sektor non pertanian yang berarti prilaku petani di daerah dengan fasilitas irigasi berbeda dengan prilaku petani di daerah tanpa fasilitas irigasi.

Alokasi jam kerja petani di sektor pertanian berbeda dengan alokasi jam kerja di sektor non pertanian pada petani pemilik tanah sempit desa, irigasi, pemilik tanah sedang desa tanpa irigasi, tanah sedang desa irigasi dan pemilik tanah luas desa irigasi. Berdasarkan luas lahan garapan perbedaan ditemui pada petani dengan lahan garap-an sempit desa irigasi, dengan lahan garapan sedang desa tanpa irigasi, dengan lahan garapan sedang desa irigasi dan dengan lahan garapan luas desa irigasi. Berdasarkan tingkat pendidikan perbedaan ditemui pada petani berpen-didikan rendah desa tanpa irigasi, berpendidikan rendah des'a irigasi dan berpendidikan sedang desa irigasi. Ber-dasarkan tanggungan keluarga perbedaan ditemui pada peta-ni tanggungan keluarga kecil desa irigasi, tanggungan keluarga sedang desa tanpa irigasi, tanggungan sedang desa irigasi dan tanggungan keluarga besar desa irigasi.

Pendapatan petani dari sektor pertanian berbeda dengan pendapatan dari sektor non pertanian pada petani pemilik tanah sedang desa irigasi dan pemilik tanah luas desa irigasi. Berdasarkan luas lahan garapan perbedaan ditemui pada petani dengan lahan garapan sedang desa irigasi dan dengan lahan garapan luas desa irigasi. Ber-dasarkan tingkat pendidikan perbedaan ditemui pada petani berpendidikan rendah desa irigasi dan berpendidikan se-dang desa irigasi. Berdasarkan tanggungan keluarga perbe-daan ditemui pada petani tanggungan keluarga kecil desa irigasi, tanggungan keluarga sedang desa irigasi dan tanggungan keluarga besar desa irigasi.

This study is limited to a farmer's case study in the Kabupaten Boyolali, Central Java. Samples

were taken from the village of Kuwiran which represents

a region with irrigation facilities and from the

village of Sumbung which represents a region without

irrigation facilities. A sample of 100 farmers was taken,

50 respondents come from the village of Kuwiran and 50

come from the village Sumbung. The choice of respondents

was based on land ownership levels. A random non proportional

sample was taken from each strata.The variables which I considered influenced the allocation of a farmer's working hours in the Non Agricultural sector were as follows : the number dependents in the family, the size of agricultural cultivated land, education level, the distance and standard of the irrigation facilities. This last variable is used as a dummy variable. I used a multiple linier regression model for mathematical calculations. The dif¬ference of the alocation working hours and income in the agricultural and non agricultural sectors was based on land ownership levels, the size of agricultural cultivat¬ed land, education levels and the number of dependents in the family. , The number of dependents in the family is measured by a calculation of the number of dependents per year. The amount of agricultural cultivated land is mea¬sured by calculating the number of hectares per year. The level of education is measured by calculating the number of years of formal education. Distance is measured by calculating the geographical distance; later this is changed to a calculation of the time taken to travel the distance. The farmers allocation of working hours in the Non Agricultural sector is measured by calculating the number of working hours in the Non Agricultural sector

per year.

Kata Kunci : Petani, Jam Kerja Petani, Pendapatan Petani, Alokasi Jam Kerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.