Pengaruh Transfer Pengetahuan terhadap Keberlanjutan Ekonomi dengan Kekuatan Jaringan Sebagai Pemoderasi (Studi pada Koperasi Kelompok Tani di Kabupaten Boyolali)
SARWOTO (Adv.: Wakhid S. Ciptono, Dr., M.B.A., MPM.), Wakhid S. Ciptono, Dr., M.B.A., MPM.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh transfer pengetahuan terhadap keberlanjutan pada sektor pertanian di kabupaten Boyolali dan menguji pengaruh kekuatan jaringan sebagai variabel moderasi dalam pengaruh transfer pengetahuan terhadap keberlanjutan ekonomi. Pengukuran variabel yang digunakan mengadopsi pengukuran variabel yang digunakan oleh Lin (2007) untuk variabel transfer pengetahuan. Transfer pengetahuan terdiri dari 2 (dua) aktivitas yakni mencari pengetahuan dan berbagi pengetahuan. Pengukuran variabel kekuatan jaringan mengadopsi pengukuran yang digunakan oleh Lee et al., (2008), dan keberlanjutan ekonomi diukur dengan pengukuran yang dilakukan oleh Smyth dan Dumanski (1993).
Pengumpulan data dilakukan melalui survei menggunakan kuisioner dengan purposive sampling kepada 119 ketua koperasi kelompok tani di kabupaten Boyolali. Tingkat penerimaan kuisioner yang dapat diolah sebanyak 117 dengan persentase 98%. Penelitian ini menggunakan regresi hierarchical untuk menguji model penelitian yang digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transfer pengetahuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberlanjutan ekonomi pada sektor pertanian. Mencari pengetahuan dalam konteks sektor pertanian di kabupaten Boyolali memiliki hubungan yang tidak searah dengan keberlanjutan ekonomi. Dalam konteks sektor pertanian di kabupaten Boyolali, mereka tidak melakukan pencarian pengetahuan tetapi tetap memiliki keberlanjutan ekonomi. Hal ini tidak terlepas dari peran dinas terkait yang secara rutin dan kontinyu menciptakan dan memberikan pengetahuan baru kepada para pelaku sektor pertanian tanpa mereka memintanya. Sedangkan berbagi pengetahuan yang dilakukan berpengaruh positif terhadap keberlanjutan ekonomi pada sektor pertanian. Kekuatan berbagi pengetahuan dalam mempengaruhi keberlanjutan sangat ditentukan oleh kekuatan jaringan yang dimiliki oleh mereka.
Penelitian di masa mendatang sebaiknya dilakukan pada sampel yang besar dan dilaksanakan secara longitudinal dengan mengukur keberlanjutan ekonomi dari berbagai sudut pandang. Penelitian dapat dilakukan dalam cakupan wilayah yang lebih luas agar hasilnya dapat digunakan untuk generalisasi. Selain itu, juga diperlukan penambahan variabel independen dengan menyesuaiakan konteks penelitian agar dapat menjelaskan keberlanjutan ekonomi dengan lebih baik.
Dari perspektif praktis, hubungan antara berbagi pengetahuan, kekuatan jaringan, dan keberlanjutan ekonomi dapat memberikan petunjuk bagaimana pihak yang berkepentingan dapat mengembangkan kebudayaan berbasis pengetahuan untuk mencapai dan meningkatkan keberlanjutan usaha mereka.
The study sets out to examine the influence of knowledge transfer on economics sustainability in the agricultural sector at Boyolali regency and examine the effect of network strength as moderating variable. Measuring of knowledge transfer using measurement of variables used by Lin (2007). Knowledge Transfer consists of two activity that is knowledge collecting and knowledge donating. Measuring of network strength using measurement of variables used by Lee et al., (2008), and economics sustainability is measured by measurement used by Smyth and Dumanski (1993).
The data was collected through a survey using a questionnaire with purposive sampling to 119 head of farmers cooperative in Boyolali regency. Of the 119 questionnaires distributed, 117 completed and usable questionnaires were returned, representing a response rate of 98 percent. This study applies the hierarchical regression to investigate the research model.
The results showed that the transfer of knowledge has a significant effect on economics sustainability. Knowledge collecting in the context of the agricultural sector in Boyolali regency has no direct relationship with economics sustainability. In the context of the agricultural sector in Boyolali regency, they do not do a collect of knowledge, but still has sustainable of economics. This is not apart from the role of government that routinely and continuously create and deliver new knowledge without them asking. While knowledge donating affect the economics sustainability. The power of effect determined by the network strength.
Future research should be conducted on a large sample and carried out longitudinally by measuring the economics sustainability of the various aspects inherent in economics sustainability. Research can be conducted in a wider area coverage so that results can be used for generalization. It also required the addition of independent variables by adjusting the research context in order to explain better economics sustainability.
From a practical perspective, the relationship between knowledge transfer, network strength, and economics sustainability can provide guidance on how interested parties can develop a knowledge-based culture to achieve and enhance their economics sustainability.
Kata Kunci : Keberlanjutan Ekonomi, Transfer Pengetahuan, Kekuatan Jaringan, Koperasi Kelompok Tani, Survei, Ecnomics Sustainability, Knowledge Transfer, Network Strength, Farmers Cooperative, Survey