Analisis Input-Output sebagai kerangka strategi pembangunan pertanian
Sarkaniputra, Murasa. (Adv. Mubyarto), Mubyarto
2014 | Disertasi | S3 Economics
Tujuan ganda penelitian ialah (1) menyusun peta eko¬nomi Indonesia, khususnya sektor pertanian, tahun '1975 dan 1980, dan(2) merumuskan strategi, 1jembangunan pertanian yang selaras dengan kebijakan pemerataan kesempatan kerja dan pemerataan pendapatan. Model Leontief yang diperkaya dengan model Social Accounting Matrix (SAM), Sraffa-Lange, dan informasi tentang proteksi efektif digunakan untuk me¬nelaah apa yang tersembunyi dalam tabel input-output 1975 dan 1980. Penelaahan atas struktur usahatani didekati dengan rantai Markov. Berikut adalah hasil penelitian yang menunjukkan ciri peta ekonomi Indonesia yang dimaksud.
Peta ekonomi Indonesia 1975 dan 1980 dengan ke1ima ci¬rinya yaitu : efisiensi, daya penyebaran, daya kepekaan, koefisien tenaga kerja, dan retention ratio menunjukkan bahwa sektor pertanian tradisional yang diusahakan oleh pe¬tani dengan luas usaha kurang dari 0,5 ha bekerja dengan efisiensi tinggi dan koefisien tenaga kerja yang juga ting¬gi. Sektor ini mampu bertahan tetap tegar walaupun di pi¬hak lain sektor industri yang menikmati tingkat proteksi tinggi terbias kepada industri yang substitusi impor yang produknya tidak dapat bersaing di pasar internasionaL Bah¬kan di dalam sektor industri sendiri telah terjadi proses capital deepening, lebih terkonsentrasi dan oligopolistik yang cenderung kolusif. Disimpulkan bahwa kebijakan ekono¬rni yang sektoral di bidang perdagangan untuk mendorong pem¬bangunan industri yang mengabaikan kesaling - tergantungan antar sektoral itu tidaklah efisien, yang inefisiensi ini dicirikan oleh adanya pemborosan. Titik balik transformasi struktural yang mungkin akan terjadi pada tahun 2010 diba¬yangi oleh polarisasi penguasaan 1ahan dengan (a) disertai keluarnya pet ani gurem dari struktur, dan (b) berkurangnya kesempatan untuk rnernperoleh 1ahan usaha bagi rumah tangga baru yang ingin berusahatani, khususnya di Jawa.
Berdasarkan bukti nyata tersebut, strategi pembangun¬an pertanian yang dirumuskan ia1ah (a) perluasan lapangan kerja di bidang agribisnis yang disertai dengan pemenuhan penghasilan melalui sistem bagi hasil berdasar atas asas berbagi laba dan rugi, (b) pembangunan organisasi yang di¬tujukan untuk mernperkuat institusi sosial, dan (c) dorong¬an pembangunan untuk merangsang kegiatan ekonomi di daerah pedesaan.
The two-fold objectives of the research are (1) to construct a design of the Indonesian economy, especially the agriculture sector, and (2) to formulate an agricul¬tural development strategy. The Leontief model which is supported by Social Accounting Matrix (SAM), and Sraffa¬Lange are applied to investigate the background of the Indonesian 1975 and 1980 input-output tables. The Markov process has been used to predict the pattern of farm structure.
A design of the Indonesian economy' during 1975 and 1980 with five characteristics, i.e., efficiency, forward linkage, backward linkage, labor-output coeff icient, and retention ratio shows how the agricultural sector, func¬tions efficiently and with a high labor-output coeffi¬cient. On the other hand, some industries which benefit¬ed from the effective protection as impor substitution industries, :are not able to compete in the international market. Further, there is trend toward capital deepening, greater •consentrated and collusive oligopolist industrial pattern. It is contended that the economic policy in trade sector for supporting industrial development, which in tt,.e past has neglected the sectoral interdependence, is no' more efficient and it encourages high cost of economy. Fortunately, Indonesian farmers with average farm size less than 0,50 ha, use their resources efficiently due to their alturistic spirit inspite of low incomes. The turning point in structural transformation of the economy will accur by 2010, fore shadowed by a polarisation of land ownership, and accompanied by ( a) creat ing entry barrier for new households to hold farm land, and (b) exit of small farmers from the existing farm structure.
Based on out findings, an appropriate agricultural development strategy would be_ formulated including (a) expansion of agrobusiness employment with a sufficint in¬come trough introducing the profit-loss sharing system, (b) organization development to support social institutional and (c) indused developmet to support economic in rural areas
Kata Kunci : Analisis input-output, Pembangunan pertanian