Pengaruh tata kelola baik terhadap kinerja keuangan perusahaan
SARI, PUSPITA DEWI PURNAMA , Prof. Dr. Suwardjono, MBA
Tata kelola perusahaan baik menjadi topik yang akhir-akhir ini sering diperbincangkan. Perbincangan tersebut adalah banyak peraturan dan kebijakan yang mengharuskan dan bahkan mewajibkan perusahaan publik untuk menerapkan tata kelola baik. Karena dengan penerapan tata kelola perusahaan dengan baik akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Pemikiran pemegang pancang mengenai hal tersebut bahwa tata kelola baik tidak hanya sebatas pengaruhnya terhadap kinerja keuangan perusahaan tetapi lebih kepada kemampuan perusahaan untuk menjaga kelangsungan hidupnya dalam mengahadapi berbagai macam kondisi perekonomian. Perusahaan akan lebih dipercaya investor, yang berarti nilai pasar sahamnya akan terus membubung. Mitra kerja pun tak ragu mengembangkan hubungan bisnis lebih luas lagi. Para pemasok memiliki pegangan yang jelas dan terpercaya serta yakin akan diperlakukan secara adil sehingga bisa memberikan harga yang terbaik yang berarti menciptakan efisiensi bagi perusahaan. Para kreditor pun memiliki kepercayaan tinggi untuk mengucurkan kreditnya yang mungkin kita perlukan untuk perluasan usaha.
Penelitian ini bertujuan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh tata kelola baik terhadap kinerja keuangan perusahaan. Tata kelola baik diukur dengan CGPI (Corporate Governance Perception Index) berdasarkan pada pemeringkatan yang telah disusun oleh IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance) Kinerja keuangan diukur dengan rasio likuiditas (rasio lancar) solvensi (debt to equity ratio dan debt ratio) dan rasio pasar (EPS) Pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji t. Sampel penelitian adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan mengikuti survei yang dilakukan oleh IICG tahun 2001-2006 antara perusahaan yang masuk ke dalam peringkat sepuluh besar CGPI dan perusahaan yang masuk ke dalam peringkat nonsepuluh besar CGPI. Penelitian tersebut memberikan simpulan bahwa perusahaan yang masuk ke dalam peringkat sepuluh besar CGPI kinerja keuangannya tidak lebih baik daripada perusahaan yang masuk ke dalam nonsepuluh besar CGPI. Pengaruh positif hanya pada tingkat likuiditas perusahaan yang masuk ke dalam sepuluh besar CGPI lebih tinggi daripada perusahaan yang masuk ke dalam nonsepuluh besar CGPI.
Good Corporate Governance is an issue that recently being discuss extensively. Discussion is laid on numerous role and policy which compelled and required public company to implicate good governance. This implication will carry positive effect toward company financial performance. Stakeholders suggest that good governance is not merely limited on its influence over company financial performance, however, it point to company's ability to sustain its existence due to face various economic circumstance. Stock market value will keep escalate since investor tend to give more trust over corporate. An associate surely will extensively develop its business. Supplier posses clearly and trustful guarantee and confident as be treated fairly, thus will offer finest price that generate corporate efficiency. In addition, creditor obtains highly conviction to provide its credit that may be needed for business expanded.
This research proposed to give empirical evident concerning the influence of good governance over corporate financial performance. Good governance was measured by CGPI (Corporate Governance Perception Index) rank-basis which arranged by IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance) Financial performance was measured employ liquidity-ratio (current ratio) solvency (debt to equity ratio and debt ratio) and market ratio (EPS) Hypotheses were tested by t-test. This research took company that listed in Indonesia Stock Exchange and accomplished IICG-test periods of 2001-2006 that cover both best-ten and below of CGPI-rank, as samples. This research conclude that financial performance of companies which listed in best-ten of CGPI is not preferable than companies which excluded. Positive influence marely took place on liquidity rank which companies that being best-ten of CGPI is higher than below it.
Kata Kunci : Tata Kelola Baik, Tata Kelola Perusahaan Baik, Corporate Governance Perception Index, Kinerja Keuangan, Rasio Likuiditas, Solvensi, Rasio Pasar.