Laporkan Masalah

Analisis Perbandingan Manajemen Laba Pada Pengadopsi Sukarela dan Nonsukarela IFRS (studi empiris Pada Perusahaan Terdaftar di Korea Selatan

SARI, POPPY DANASTRI (Adv.: Indra Wijaya Kusuma, Prof., Dr., C.M.A.), Indra Wijaya Kusuma, Prof., Dr., C.M.A.

2013 | Skripsi | S1 Accounting

Topik mengenai manfaat pengadopsian IFRS bagi pengadopsi sukarela terutama di Asia belum mendapat banyak perhatian dari peneliti. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menguji secara empiris perbandingan tingkat manajemen laba pada pengadopsi sukarela dan nonsukarela IFRS di Korea Selatan untuk melihat manfaat pengadopsian IFRS pada laporan keuangan. Peneliti menggunakan istilah pengadopsi sukarela untuk perusahaan yang mengadopsi IFRS sebelum diwajibkan, sedangkan pengadopsi nonsukarela untuk perusahaan yang akan mengadopsi IFRS saat diwajibkan. Sampel penelitian diambil dari perusahaan yang terdaftar di pasar modal Korea Selatan pada periode 2009/2010

Peneliti menggunakan discretionary accruals yang diukur dengan Modified Jones Model untuk memproyeksikan tingkat manajemen laba. Analisis hipotesis dilakukan dengan dua tahap untuk menguji perbedaan di antara dua kelompok sampel. Pertama, peneliti menggunakan uji parametrik yaitu uji-t 2 sampel independen. Selanjutnya, peneliti menggunakan uji nonparametrik yaitu uji Mann-Whitney karena dua kelompok sampel tidak berdistribusi normal. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat manajemen laba antara pengadopsi sukarela dan pengadopsi nonsukarela IFRS di Korea Selatan. Penyebab tidak adanya perbedaan tersebut antara lain adalah perlu waktu untuk melihat dampak signifikan IFRS terhadap pengadopsi IFRS serta adanya perbedaan K-IFRS yang digunakan oleh pengadopsi IFRS di Korea Selatan dengan IFRS yang banyak diadopsi oleh negara di benua Eropa.

The topic about the benefit of IFRS adoption by early adopters especially in Asia region has not gained much attention from researchers. This research was aimed to empirically examine comparative of earnings management level between early adopters and late adopters of IFRS to observe the benefit of IFRS adoption in financial report. Researcher used early adopter refers to company which adopt IFRS prior to mandatory adoption, Meanwhile, late adopter refers to company which adopt IFRS after mandatory adoption. The sample was selected from companies which are listed in KRX from period 2009/2010.

Researcher used discretionary accruals measured by Modified Jones Model for eanings managementÂ’s proxy. The analysis of hypotheses was conducted in two phases to examine the difference between two sample populations. First, researcher employed parametric test which is t-test for two independent samples. Next, researcher employed nonparametric test which is Mann-Whitney because two populations are not normal distributed. The result of analysis showed there are no significant difference between early adopters and late adopters of IFRS in South Korea. The reasons that no difference exists is due to the length of duration needed to see the significant impact of IFRS towards the IFRS adopters and differences between K-IFRS which is used by IFRS adopters in South Korea and IFRS which is adopted by European countries.

Kata Kunci : early adopter of IFRS, late adopter of IFRS, earnings management, discretionary accruals, modified Jones Model, pengadopsi sukarela IFRS, pengadopsi nonsukarela IFRS, manajemen laba, discretionary accruals, modified Jones Model


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.