PENGARUH PENDIDIKAN PENGUSAHA TERHADAP KEPUTUSAN UNTUK MENGAMBIL KREDIT PADA LEMBAGA NON FORMAL (Studi Banding Antara Kotamadya Palangka Raya dan Kotamadya Yogyakarta)
SAPUTRA , DANO (Adv.Drs.Marwan Asri,MBA), Drs.Marwan Asri,MBA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perbedaan tingkat pendidikan dapat mempengaruhi keputusan pengusaha untuk mengambil kredit pada lembaga non formal. Subyek penelitian ini terdiri dari tiga kelompok yaitu kelompok klasifikasi usaha C1, C2, dan C3 baik yang berada di Kotamadya Palangka Raya maupun yang be'rada di Kotamadya Yogyakarta. Sampel yang diambil dari Kotamadya Palangka Raya berjumlah 150 pengusaha dan Kotamadya Yogyakarta 75 pengusaha secara acak. Pengumpulan data terhadap responden dilakukan melalui kuesioner dan wawancara. Hipotesis yang diajukan penulis akan dibuktikan dengan menggunakan teknik-chi square. Hasil penekitian memberikan petunjuk bahwa tingkat pendidikan pengusaha yang berada di Kotamadya Palangka Raya tidak mempunyai hubungan dengan keputusannya untuk mengambil kredit pada lembaga non formal, sedangkan bagi pengusaha yang berada di Kotamadya Yogyakarta hasil Penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan yang tidak erat, sehingga diragukan ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan keputusan pengusaha untuk mengambil kredit pada lembaga non formal. Hasil penelitian ini dapat dipakai oleh lembaga non formal sebagai upaya untuk menentukan kebijaksanaan dalam memasarkan produknya.
This study is designed to find out whether the differences in businessmen educational levels can affect their decisions to take credit loans from non formal institutions. Subjects in this study are classified into three groups, i.e., business classification groups Cl, C2, and C3 both in Palangka Raya Municipality and Yogyakarta
Municipality. Samples of 150 and 75 businessmen are taken
randomly from Palangka Raya Municipality and Yogyakarta
Municipality, respectively. Data is collected from respondents through questionnaire and interviews. The proposed hypothesis would be verified by the use of chi
square technique. The study findings show that educational levels of businessmen in Palangka Raya Municipality have no relationship with their decisions to take credit loans from non formal institutions, whereas there is a closeless relationship for businessmen in Yogyakarta Municipality, thus it is doubtful whether there is any relationship between businessmen educational levels and their 'decisions to take credit loans from non formal institutions. These study findings can be used by non formal institutions in their efforts to formulate. policies on product marketing.
Kata Kunci : Pendidikan Pengusaha, Kredit, Lembaga Non Formal, Kotamadya Palangka Raya, Kotamadya Yogyakarta