ANALISIS RISIKO KREDIT MIKRO MENGGUNAKAN MODEL CREDIT RISK PLUS DI PT BANK BRI: Studi Kasus BRI Unit Tanah Abang
Saori N, Lasma Nora, Jogiyanto HM., Prof., Dr., M.B.A.
2007 | Tesis | S2 Magister Management
Risiko terbesar dalam suatu perbankan adalah risiko kredit. Oleh sebab itu risiko perlu di identifikasikan, di ukur dan di kontrol. Pengukuran risiko kredit dapat dilakukan
dengan standardized method jika menggunakan eksternal rating dan Internal Model jika menggunakan internal rating. Internal model terdiri dari beberapa variasi model antara
lain: CreditMetrics, Credit Portfolio View, KMV Portfolio Manager dan Credit Risk Plus. Penentuan model untuk mengukur risiko tergantung dari karakteristik dan kompleksitas kredit yang disalurkan oleh bank. Komposisi pemberian kredit di Indonesia terbesar berada pada sektor mikro dan menengah. Bank BRI dikenal sebagai bank mikro, dengan karakteristik mikro yaitu jumlah kredit yang kecil dan banyak serta berjangka waktu panjang. Model yang paling
tepat digunakan adalah Credit Risk Plus. Model Credit Risk Plus berawal dari literatur asuransi yaitu rumah terbakar dan rumah tidak terbakar atau dalam kredit disebut kredit
macet dan kredit tidak macet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar risiko kredit yang
harus di tanggung oleh BRI unit Tanah Abang, sehingga dapat menentukan seberapa besar pencadangan modal dalam menutup risiko yang terjadi baik dengan metode economic of capital kemudian membandingkan hasil perhitungan dengan metode
regulatory of capital yang telah dilakukan selama ini untuk menentukan metode mana sebaiknya untuk digunakan. Perhitungan risiko kredit dilakukan untuk penyediaan modal dalam menutup risiko. Credit Risk Plus akan menghitung besarnya Expected Loss untuk menutup kerugian yang diperkirakan dan Unexpected Loss untuk menutup kerugian yang tidak diperkirakan. Selisih antara Unexpected Loss dan Expected Loss disebut dengan economic of capital yang merupakan modal tambahan untuk menutup risiko kredit. Jika
dibandingkan economic of capital dengan standardized method menggunakan eksternal rating dalam hal ini ditentukan oleh bank regulator yaitu bank Indonesia maka nilai yang terbesarlah yang akan digunakan sebagai pencadangan modal dalam menutup risiko yang akan terjadi. Penelitian pada bank BRI unit Tanah Abang dengan data history 3 tahun terakhir periode Desember 2004 sampai dengan Desember 2006 terlihat peningkatan dari tahun ke tahun untuk outstanding kredit mikro yang diikuti dengan peningkatan kredit macet. Rasio peningkatan kredit macet lebih besar dibandingkan rasio peningkatan kredit. Pencadangan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP) yang dilakukan sesuai dengan ketentuan bank regulator untuk periode Desember 2004 dan Desember 2005 masih dapat menutup risiko kredit yang timbul sedangkan untuk periode Desember 2006 PPAP yang terbentuk sudah tidak lagi dapat menutup risiko kredit yang terjadi. Setelah dilakukan perhitungan dan hasil validasi model dengan teknik backtesting maka pengukuran kredit dengan model Credit Risk Plus lebih tepat digunakan untuk pengukuran kredit mikro pada Bank BRI unit Tanah Abang. Kata kunci: Kredit Mikro, Credit Risk Plus, Expected Loss, Unexpected Loss, economic of capital dan regulatory of capital
The main risk of banking is credit risk. In order to that, risk need to identify, measure and need to control. Measurement with standardized method using when we
have external rating and Internal Model when have internal rating. Internal model consist of some kind of pattern model , such as : Credit Metrics, Credit Portfolio View,
KMV Portfolio Manager and Credit Risk Plus. Decision to choose the risk measurement pattern depend to the characteristic and credit complexity from the bank.
The biggest composition of bank credit in Indonesia given to micro sector and middle sector. BRI known as micro bank, bank with characteristic to distribute small credit with big amount and with long term. The model match to that characteristic is Credit Risk Plus. Credit Risk Plus model, begin from insurance literature such as non default and default loan. The purpose of this research is to see how big the credit risk from BRI unit's Tanah Abang, to make the decision how much the best retain earning to cover the risk appeared with economic of capital model, and then to compare the result of calculation with regulatory of capital model which has been use ordinary. It has been done to choose which method enhanced. The calculation risk of credit must be done to serve the retain earning to cover the risk. Credit Risk Plus will calculate the amount of Expected Loss to cover the predictable loss and Unexpected Loss to cover the unpredictable loss. Gap of Unexpected Loss and Expected Loss called economic of capital can be use to be an additional capital to cover the credit risk. Comparation Economic of Capital and standardized method with external rating (in this way decide by regulator bank, Bank Indonesia) the biggest value use to decide the retain earning to cover the appearing risk. Research of BRI unit's Tanah Abang using the last 3 years period of history data
(December, 2004-December 2006) show the increment from year to year the outstanding of micro credit and go along with non performing loan. Increment non performing loan ratio more large than increment of credit ratio. Pencadangan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP) carry out with the regulation of regulator bank, at December 2004 and December 2005 period still cover the appearing credit risk, however to December 2006 period can not cover it. After the calculate and result of validation model using backtesting technique, to calculation with Credit Risk Plus model more fit to be used to measure micro credit at BRI unit's Tanah Abang Key Word: Micro Credit, Credit Risk Plus, Expected Loss, Unexpected Loss, economic of capital and regulatory of capital
Kata Kunci : Kredit Mikro, Credit Risk Plus, Expected Loss, Unexpected Loss, economic of capital dan regulatory of capital