Analisis Hubungan antara Kontrak Psikologi Baru, Pengalaman Kerja, Kepuasan Kerja dan Kreativitas Pekerjaan (Studi Empiris pada Pekerjaan di Industri Perbankan)
SANTOSA, T. ELISABETH CINTYA (pembimbing: Bambang Riyanto LS., Dr., M.B.A.), Bambang Riyanto LS., Dr., M.B.A.
Perubahan organisasi seperti merger, downsizing, reorganisasi, dan teknologi baru dapat menjadi sumber ancaman dan menciptakan ketidakpastian dan insecurity bagi pekerja. Namun demikian, akibat desakan lingkungan eksternal maupun internal menyebabkan organisasi untuk tetap melakukan perubahan organisasi meskipun akan menciptakan ketidakpastian. Semua perubahan yang terjadi dapat dianggap sebagai pembatalan kontrak psikologi.
Hubungan ketenagakerjaan tradisional yang dikonsepsikan dalarn hubungan kontrak psikologi, dimana pekerja yakin bahwa perusahaan dapat menjamin ketenagakerjaan termasuk di dalamnya karir, pelatihan dan kompensasi mereka sebanding dengan investasi atau kontibusi yang mereka berikan kepada perusahaan, menjadi rusak. Kontrak psikologi telah bergeser dari kontrak relasional ke transaksional. Dalam kontrak psikologi yang baru, pekerja akan bertanggung jawab dan berkomitmen terhadap karir mereka sendiri.
Studi ini menguji apakah terdapat hubungan antara kontrak psikologi baru yang meliputi tanggung jawab terhadap pengembangan karir, komitmen terhadap tipe kerja dan expectation of job insecurity, pengalaman kerja (seperti mengalami kehilangan kerja karena diberhentikan, adanya perubahan organisasi dan pindah kerja atas keinginan sendiri), dan hasil kerja (kepuasan kerja dan kreativitas pekerja).
Sampel penelitian ini adalah pekerja perbankan baik disektor publik maupun swasta di wilayah Yogyakarta dan Surakarta, yang perusahaannya pemah melakukan merger, restrukturisasi dan downsizing. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komponen kontrak psikologi baru, pengalaman kerja dan hasil kerja berupa kepuasan kerja. Dalam penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara komponen kontrak psikologi baru yang berupa tanggung jawab terhadap pengembangan karir dengan kreativitas pekerja.
Organization changes such as merger, downsizing, reorganizing, and new technology can be sources of threat and create uncertainty and insecurity for worker. However the external and internal environment forces lead the organization to do the continuous changes in organization despite the creating uncertainty. All these changes in organization will be assumed as a cancellation of the psychological contract.
As a result, it will represent a breach of traditional psychological contract that is reflected in the relationof psychological contract in which worker have their employment right to be involved in program of career, training, and compensation equal to their contribution to the company. Psychological contract has moved from relational to transactional one. In the new psychological contract, worker will responsible and commit to their own careers.
This study will investigate the relation among the component of new psychological contract namely personal responsibility for careers development, commitment to type of work,
expectation of job insecurity; work experiences and work outcomes such as job satisfaction and worker creativity.
The sample research are bank worker either private or state banks in Jogjakarta and Surakarta, that have mergered, restructured and downsized. The result showed that there is no significant relation among the new psychological contract, work experiences, and work outcomes in term of job satisfaction. Furthermore the result also indicates the significant relation between the component of new psychological contract which is personal responsibility for career and worker creativity.
Kata Kunci : work experiences, new psychological contract, personal responsibility for career development, commitment to type of work, expectation of job insecurity, job satisfaction and worker creativity, Pengalaman kerja, kontrak psikologi baru, tanggung jawab ter