Laporkan Masalah

Analisis Optimalisasi Pengolahan dana Bank-Bank Umum di Indonesia Periode 1981-1991 (studi Kasus Bank Umum Pemerintah Di Jakarta)

SALEH, HUSEIN HI. MOH. (Adv.: Indriyo Gitosudarmo, Drs., M.Com.), Indriyo Gitosudarmo, Drs., M.Com.

2016 | Tesis | S2 Management

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kombinasi proporsi alokasi dana optimal pada aktiva produktif surat-surat berharga, pemberian kredit, dan transaksi valuta asing, serta memberikan jawaban atas pengaruh perubahan pengutamaan prioritas target tujuan dan batas-batas kendala pencapaian target tujuan Return on Asset (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap pola pengelolaan dana optimal bank-bank umum pemerintah di Indonesia. Berdasarkan tujuan di atas, maka alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode analisis program linear tujuan ganda dengan alasan bahwa metode tersebut mampu menciptakan pencapaian tujuan tunggal maupun tujuan ganda yang cukup luas dan mungkin dalam keadaan saling bertentangan seperti yang dialami usaha perbankan. Basil analisis hipotesis pertama, menunjukkan bahwa kombinasi proporsi penempatan dana aktiva surat-surat berharga, pemberian kredit, dan transaksi valuta asing ternyata belum optimal. Terbukti sebelum menggunakan metode program linear tujuan ganda, penyimpangan target tujuan cukup besar yaitu 238,74 %, sedangkan dengan menggunakan metode program linear tujuan ganda mampu memperkecil penyimpangan target tujuan hanya sebesar 55,56 %. Basil analisis hipotesis kedua ternyata pengutamaan tujuan keuntungan (ROA) dan pengutamaan tujuan wajib penyediaan modal (CAR) tidak mempengaruhi pola pengelolaan dana bank, yaitu alokasi dana sebagian besar masih tertanam pada aktiva pemberian kredit, akibatnya penyimpangan target tujuan cukup besar terutama penyimpangan tingkat LDR masing-masing 64,53 %, dan 61,76 %.. Sedangkan bila bank mengutamakan pencapaian target tujuan tingkat likuiditas yang diukur dengan Loans to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh terhadap pola pengelolaan dana bank, yaitu alokasi dana bank bukan hanya sebanyak-banyaknya untuk pemberian kredit tetapi juga dialokasi cukup besar pada aktiva surat-surat berharga terutama Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), akibatnya penyimpangan target tujuan cukup kecil terutama penyimpangan target tujaun LDR hanya sebesar 2,35 %. Ini menunjukkan bahwa pengutamaan prioritas target tujuan likuiditas (LDR) memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kesulitan likuiditas suatu bank dibanding dengan pengutamaan prioritas target tujuan keuntungan (ROA) dan wajib penyediaan modal bank (CAR). Demikian pula hasil analisis hipotesis ketiga perubahan batas kendala keuntungan (ROA), wajib minimum modal (CAR), dan tingkat likuiditas (LDR), ternyata perubahan kendala keuntungan (ROA) dan wajib minimum modal (CAR) tidak mempengaruhi pola pengelolaan dana bank yaitu masih mengutamakan pemberian kredit sebanyak-banyaknya, sedangkan perubahan batas kendala tingkat likuiditas (LDR) berpengaruh terhadap pola pengelolaan dana bank, yaitu bukan hanya kegiatan pemberian kredit tetapi juga alokasi dana surat-surat berharga terutama alokasi transaksi valuta asing cukup besar, yaitu rata-rata sebesar 32,49 %. Ini menunJukkan semakin beraneka ragam penempatan dana bank-bank umum pemerintah di Indonesia, semakin kuat posisi likuiditas bank dan semakin terjamin kesehatannya. Dengan demikian berdasarkan hasil uraian tersebut di atas, apabila bank menginginkan pencapaian tujuan keuntungan (ROA) dan wajib penyediaan modal (CAR), sekaligus dapat mengatasi likuiditas bank, agar kepercayaan masyarakat terhadap bank tetap terjamin, maka bank-bank umum pemerintah di Indonesia memilih alternatif pengutamaan prioritas target tujuan tingkat likuiditas (LDR) dan perubahan batas kendala tingkat LDR dengan melakukan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian sumber dana (passiva) dengan penggunaan dana (aktiva) baik dari sisi jangka waktu pengendapan/penanaman dana, maupun dari sisi besar kecilnya kecenderngan perubahan tingkat bunga bank pada masa yang akan datang.

The purpose of study is to obtain a combinations illustration of optimal fund allocation proportion of security productive assets, credit providing, and foreign exchange transaction, and give and answer to effect on emphasizing change of target priority and terms of barriers to reach the target of Return on Asset (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), and Loan to Deposit Ratio (LDR) to the optimal fund management pattern of governmental commercial bank in Indonesia. Base on the purpose, then the used analysis instrument in this study was analysis multiple goal programming with reason that the method this able to create single and multiple purpose reaching which is enough wide and possible in a situation opposing each other as experienced by banking. The analysis yield of first hypothesis indicated that proportional combination of security asset fund positioning, credit providing, and foreign exchange transaction has not really been optimal. It was proved before using multiple goal programming method, the purposive target deviation was large enough, that is, 238.74 %. while using multiple goal programming could minimize the purposive target deviation, that is, 55.56 %. The analysis yield of second hypothesis really emphasized Return on Asset and Capital Adequacy Ratio did not influenced banks fund management pattern, most of fund allocations were still- invested in credit providing asset, in sequence, the purposive target deviation was large enough, especially Loans to Deposit Ratio rate deviation as much as 64.53 t and 61.76 %. While if a bank emphasized purposive target Loans to Deposit Ratio, it was influential to the bank's fund management pattern, that is, banks fund allocation did not only give credit as much as possible but also it was allocated sufficiently to the security asset, especially exchange securities, as a consequence, the purposive target deviation, that is, 2,35 %. If indicated that emphasizing purposive target priority of LDR liquidity rate gave a very large effect on emphasizing Return on Asset (ROA) and Capital Adequacy Ratio (CAR). And also analysis yield of the third hypothesis, Return on Asset change, Capital Adequacy Ratio, and Loan to Deposit Ratio, in fact, ROA and CAR did not influence banks fund management pattern, namely, still emphasizing as much as possible credit providing, whole LDR was influential to the banks fund management pattern, namely, it was not only credit providing activity but also security fund allocation, especially large transactional allocation of large enough security foreign exchange, namely, average 32.49 %. If indicated that more largely fund positioning of governmental, the stronger liquidity position of bank and the health was more largely ensured. Thus, based on the described yield, if a bank wanted to create ROA, then it should maximize CAR and could solve bank liquidity problem, in order for society confidence to the bank remained to be ensured, so governmental commercial banks in Indonesia choosed an alternative to emphasized purposive target priority of liquidity (LDR) and term of barrier change of LDR rate by making consistency balance, and fund resource consistency (liability) by using funds (asset), from fund deposit /investment period or more or less change tendence to the bank interest rate in the future.

Kata Kunci : Governmental Commercial Banks, Return on Asset (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), pengelolaan dana bank, pola pengelolaan dana optimal bank-bank umum pemerintah di Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.