Analisis Hubungan antara Manajemen Laba (Earning Management) dengan Kinerja Operasi dan Return Saham di Sekitar IPO
SAIFUL (Pembimbing: Jogiyanto HM., Dr., M.B.A.), Jogiyanto HM., Dr., M.B.A.
Peneliti terdahulu menemukan bahwa manajemen laba dilakukan pada perioda dua tahun dan satu tahun menjelang IPO. Beberapa peneliti lain menemukan bahwa manajemen laba dilakukan pada perioda saat IPO. Peneliti terdahulu juga menemukan kinerja operasi dan retum saham perusahaan setelah IPO rendah. Dan menemukan bukti bahwa terdapat hubungan negatif antara
manajemen Iaba disekitar IPO dengan kinerja operasi dan retur saham. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah di sekitar IPO terjadi manajemen laba, apakah kinerja operasi dan retur sabam setelah IPO rendah. Apakah adanya hubungan antara manajemen laba disekitar IPO dengan kinerja operasi dan retur saham setelah IPO.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa disekitar pelaksanaan IPO telah terjadi manajemen laba, terutama pada perioda dua tahun sebeIum IPO, pada saat IPO, dan dua tahun setelah IPO. Hasil ini konsisten dengan penelitian Teoh et a1. (1998a), Jain dan Kini (1994), Freidlan (1994), Kiswara (1999), Sutamto (2000), dan Gumanti (2001). Peneliti juga menemukan kinerja operasi perusahaan setelah, IPO rendah, konsisten dengan penelitian Jain dan Kini (1994), Rangan (1998), Loughran dan Ritter (1997), dan Teoh et al. (1998b). Peneliti juga menemukan adanya hubungan negatif antara manajemen laba disekitar IPO dengan kinerja operasi . setelah IPO seperti yang ditemukan Rangan (1998) dan Teoh et al. (19980): Berkaitan dengan retur saham peneliti menernukan retur saham pada perioda satu tahun setelah IPO rendah. Hasil ini konsisten dengan Prastiwi dan Kusuma (2001) Bray dan Gompers (2000, 1997), Wijaya (1999), dan Rizka (1995). Peneliti tidak mampu menemukan bubungan yang signifikan antara, manajemen laba dan retur saham. Meskipun demikian peneliti menemukan arah hubungan antara manajemen laba dan retum saham konsisten dengan penelitian Ali et al. (2000) dan Rangan (1998).
Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa disekitar pelaksanaan IPO manajemen melakukan manajemen laba dengan tujuan meningkatkan utilitasnya. Manajemen laba dilakukan dengan menggeser laba perioda yang akan datang ke perioda sekarang, sehingga laba perioda yang akan datang akan eenderung lebih keeil dibandingkan laba perioda sekarang. Retur saham perusahaan satu tahun setelah IPO rendah, disebabkan optimisme investor pada saat IPO dan bukan disebabkan oleh manajemen laba disekitar IPO. Ketidakmampuan peneliti menemukan hubungan antara manajemen laba dan retur saham mungkin disebabkan investor dan fihak lain yang terlibat di dalam pasar modal tidak mampu menditeksi manajemen laba. Ketidakmampuan investor dan fihak lain yang terlibat dalam pasar modal dipengaruhi oleh pengalaman mereka.
The previous research found empirical evidences about earnings management surrounding initial public offering (IPO). Some researchers found earnings management in second year (t-2) before IPO. The others get evidences that earnings management is in first year (t-l) before IPO and in year IPO (t 0). The previous-research also found that operating performance after IPO less than before IPO. And stock return in first year after IPO is underperformance. The underperformance of operating performances and stock return are association with earning management surroundings IPO.
The purpose of this research is to examine earnings management surrounding IPO, operating performances, stock return, and association earnings management surrounding IPO with operating performance and stock return.
This study found that earnings management is in second year before IPO, year IPO, and second year after IPO. The result of this study consistent with Teoh et a1. (1998a), lain dan Kini (1994), Freidlan (1994), Kiswara (1999), Sutamto (2000), and Gumanti (2001). This study also found that operating performance and stock return after IPO are underperformances and consistent with lain and Kini (1994), Rangan (1998), Loughran and Ritter (1997), Teoh et al. (l998b) Prastiwi and Kusuma (2001) Bray and Gompers (2000, 1997), Wijaya (1999), and Rizka (1995).. The study also found association between earnings management surrounding IPa with operating performances and consistent with Rangan (1998) and Teoh et a1. (l998b). The study could not get empirical evidence about association between earnings management surroundings IPO with stock return like Ali et al. (2000) and Rangan (1998).
I concluded that managements take future earning to increase current earning to maximize their utility. And investor and others market participating are inability to understand earning management surrounding IPO. This condition may be effect by investor and others market participating in emerging capital market are not sophisticated.
Kata Kunci : earnings management, IPO, return, operating performance, accrual,manajemen laba, IPO, retur, kinerja operasi, akrual.