Analisis Proporsi Konsumsi Keluarga Kota Yogyakarta: Studi Kasus Kecamatan Gondomanan
SAGITA, DESTI SARAH (Pembimbing; Ahmad Jamli, Drs., M.A.), Ahmad Jamli, Drs., M.A.
Konsumsi adalah tema yang menarik dikaji dalam ilmu ekonomi. Pembahasan tentang konsumsi sering dibahas baik dalam ekonomika makro, mikro ataupun pembangunan. Penelitian yang dilakukan penulis ini mencoba mengkaitkan konsumsi dalam teori ekonomika makro. Yang ingin melihat bagaimana hubungan antara kondisi sosial ekonomi keluarga dengan proporsi konsumsi pangan keluarga. Untuk mempersempit lokasi, peneliti memilih lokasi Kota Yogyakarta dengan studi kasus Kecamatan Gondomanan.
Kondisi sosial ekonomi keluarga yang digunakan adalah pendapatan keluarga, jenis pekerjaan keluarga, pendidikan terakhir kepala keluarga, dan jumlah anggota keluarga. Dan Proporsi konsumsi pangan keluarga adalah besar proporsi konsumsi pangan keluarga selama sebulan terhadap besar pendapatan total keluarga.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Dimana engambilan sampel sejumlah 80 dilakukan di dua kelurahan yaitu ngupasan dan prawirodirjan dengan cara mendatangi dan wawancara langsung oleh peneliti. Materi wawancara diambil dari pertanyaan kuesioner SUSENAS .
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan metode OLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kondisi sosial ekonomi keluarga dengan besar proporsi konsumsi pangan keluarga. Dimana pendapatan keluarga, tingkat pendidikan kepala keluarga, dan jenis pekerjaan kepala keluarga berbanding terbalik dengan besar proporsi konsumsi pangan keluarga. Hal ini sesuai dengan Teori Engel yang menyebutkan semakin tinggi pendapatan keluarga maka proporsi konsumsi pangan terhadap pendapatan semakin kecil.. Sementara ukuran keluarga menunjukkan hubungan positif jika jumlah orang yang bekerja tetap. Dan jika jumlah keluarga yang semakin banyak diiringi dengan jumlah anggota yang bekerja yang akhirnya meningkatkan pendapatan total keluarga maka hubungan yang terjadi adalah berbanding terbalik.
Consumptin is the theme of an interesting study in economics. A discussion of consumption is often discussed in both macro economics, micro economics or development economics. Research conducted is try to relate the consumption of macro-economics theory. Which is how the relationship between sosio-economic conditions the proportion of families with family food consumption. To narrow the location, the researcher chose the location of Yogyakarta with Gondomanan district case study.
Sosio-economic condition of families who used family incone, occupation head of the family, the last education head of family, and the number of family members. The proportion of family food consumption is a proportion of family food consumption for a month against the total income of family.
Data used in this study are primary data. Where a number 80 sampling conducted in two villages named ngupasan and Prawirodirjan. How to retrieve data is visiting and direct interviews of residents in area. Interview material drawn from SUSENAS questionaire.
Hypothesis testing is done by OLS method. The result showed that there was correlation between sosio-economic conditions of family with proportion of family food consumption. Where the family income, family head education level, and the type of work the family head is inversely prportional to the proportion of family food consumption. This is consistent with Wngels Theorem which mention the higher the family income, the proportion of food consumption to income getting smaller.
While family size showed a positive relationship when the number of people who work remains. And if the number offamilies that more and more accompanied by a number of members that work which ultimately increase the total familyincome, the relationship that occurs is inversely proportional.
Kata Kunci : Consumption, Engels Theorem, Ordinary Least Square,