PENGARUH KARAKTERISTIK ANGGARAN DAN INSTRUMENTALITAS ANGGARAN TERHADAP PRESTASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA MANAJER PRODUKSI PADA INDUSTRI TEKSTIL DI JAWA BARAT
Rustandi, Bambang (Adv.Dr. Mas'ud Machfoed, MBA, Akt), Dr. Mas'ud Machfoed, MBA, Akt
Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian empiris atas
kemungkinan unsur-unsur karakteristik anggaran (partisipasi
penyusunan anggaran, tingkat kesulitan anggaran, evaluasi
anggaran, umpan balik anggaran dan kejelasan sasaran anggaran) dan instrumentalitas anggaran berpengaruh terhadap prestasi kerja dan kepuasan kerja manajer produksi pada industri testil di Jawa Barat. Populasi penelitian adalah perusahaan besar dengan katagori memiliki omzet penjualan di atas 10 milyar rupiah per tahun. Responden penelitian adalah para manajer, kepala unit, kepala divisi atau supervisor bidang produksi industri tekstil berskala besar. Perolehan data dilakukan melalui penyebaran angket melalui jasa pos dan diantar sendiri oleh peneliti. dari 125 responden yang terkumpul
sebanyak 42 angket, namun yang layak diolah sebanyak
37 (30%) angket. Kuesioner yang dipakai diambil dari kuesioner yang telah ada dari penelitian sebelumnya. Untuk variabel karakteristik anggaran penulis memakai kuesioner yang telah dipakai oleh Izettin Bennis (1979), untuk instrumentalitas anggaran penulis memakai kuesioner dari Nissim Aranya (1990), sedangkan untuk prestasi kerja manajer menggunakan kuesioner yang pernah dilakukan pada penelitian Mahoney (1963), terakhir variabel
kepuasan kerja diambil dari kuesioner penelitian
ilinessota Satisfaction Questionare (1967). Pengukuran data
kuesioner diatas semuanya bersifat ordinal.
Data yang tekumpul kemudian diolah dengan menggunakan
teknik analisis regresi berganda. Untuk menguji hipotesis
yang diajukan dalam penelitian ini digunakan uji-t. Untuk
mendapatkan nilai hasil analisis dalam penelitian ini, penulis memanfaatkan program statistik microstat.
Berdasarkan analisis regresi berganda dan hasil pengujian
statistik, dengan tingkat keyakinan 95 % atau alpha 5 %
menunjukkan bahwa secara keseluruhan Ho (hipotesa nol) diterima dan (Ha) hipotesa alternatif ditolak. Dengan kata lain tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari unsur-unsur karakteristik anggaran dan instrumentalitas anggaran terhadap prestasi kerja maupun terhadap kepuasan kerja. Hal ini ditunjukkan oleh F-hitung sebesar 1,300 dan 0,890 adalah lebih rendah dari F-tabel sebesar 4,17. Koefisien determinasi atau besarnya pengaruh secara keseluruhan dari variabel bebas
terhadap variabel tidak bebas sebesar 20,64 % untuk prestasi kerja dan 15,12 % untuk variabel kepuasan kerja. Sedangkan secara parsial hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas tidak signifikan. Hal tersebut ditunjukkan bahwa semua t-hitung lebih kecil dari t-tabei. Hasil analisis parsial menunjukan adanya korelasi negatif dari partisipasi penyusunan anggaran, evaluasi anggaran terhadap prestasi kerja dan kepuasan kerja. Variabel kesulitan anggaran pula memiliki korelasi
negatif terhadap kepuasan kerja. Sedangkan variabel lainnya
yaitu umpan balik anggaran, kejelasan anggaran dan instrumen talitas anggaran berkorelasi positif terhadap prestasi kerja dan kepuasan kerja termasuk variabel tingkat kesulitan anggaran yang berpengaruh positif terhadap prestasi kerja, namun negatif terhadap kepuasan kerja manajer produksi.
Peneliti menduga terdapat faktor lain diluar karakteristik
anggaran dan instrumentalitas anggaran yang berpengaruh
terhadap prestasi kerja dan kepuasan kerja. Faktor tersebut
adalah struktur organisasi, budaya organisasi, gaya
kepemimpinan, ketidak pastian lingkungan, teknologi tekstil
yang dipakai, namun pendapat tersebut belum dapat dijadikan
dasar pijakan dalam menarik kesimpulan, untuk itu perlu
diadakan penelitian lanjutan.
This research intended to find out the effects of
budgeting elements characteristics (budgetary participation, budget goal difficulty, budgetary evaluation, budgetary feedback and budget goal clarity) and budget instrumentality(reward system) to the production managers' job performance
and their job satisfaction.
The research focused on the big textile companies in
West Java. Total revenue of about 10 billion rupiahs or more per year was used as a cut-point for big companies. The sample used in this study consisted of 37 production
managers' drawn from population of integrated manufacturing
textiles.
The questionnaire used in this research was adopted from
Izeettin Bennis (1979), Nissim Aranya (1990), Mahoney (1963)and Minessota Satisfaction Questionnaire (MSQ, 1963), with ordinal system measurements.
The data collected through questionnaire was processed
and analyzed using the multiple regression analysis method.
F-test and t-test were used in testing hypothesis. The
processing and analysis of the data were carried out using
Microstat's Statistic Program.
Based on the statistic confidence level of 95 % the
empirical result showed that the calcullated-F was 1,300 for production managers'job performance and 0,890 for job
satisaction, which were lower than critical-F of 4,17. This
implies that all the budgeting characteristics and budget
instrumentality variables do not have significant effects to production managers' job performance and job satisfaction. It means that null hypotheses were accepted.
The coeficient of multiple determination 02) = 20,64
for production managers' job performance and (R') = 15,12 for job satisfaction. It means that 20,64 percent of variation in the job performance can be explained by independent variables collectively. On the other hand 15,12 percent of variation in the job satisaction can be explained by the independent variables collectively.
Partially, by using calculated-t at significant level of
0,5 percent all of indepenent variables did not show
significant effects on the production managers' job
performance and job satisfaction. All of calculated-t's are
lower than critical-t (2,042). Budgeting participation and
budgetary evaluation have negative signs to the managers'
job performance and job satisfaction. The budgetary goal
difficulty has negative sign for production managers' job
satisfaction only, and a positive sign for job performance
variable. The other independent variables that have positive signs to dependent variables are budgetary feedback, budgetary goal clarity and budget instrumentality. Budgetary difficulty have positive sign to production managers"job performance, and a negative sign to job satisfaction. Budgetary goal difficulty has negative sign to production managers' job satisfaction.
Kata Kunci : anggaran, instrumentalitas, anggaran, prestasi kerja, kepuasan kerja, manajer produksi, industri tekstil, Jawa Barat