Laporkan Masalah

Akuntansi Lingkungan : Internalisasi Biaya Polusi

Rusman,Omana (Pembimbing :Dr. Indra Bastian, MBA ), Dr. Indra Bastian, MBA

2001 | Tesis | S2 Accounting

Kerusakan lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak dan profesi termasuk akuntan . Sebagai alat, akuntansi acap kali digunakan untuk melakukan penghitungan dan menjastifikasi proyek-proyek yang merusak lingkungan walaupun menurut perhitungan ekonomis layak untuk diterapkan . Akuntansi dapat berpartisipasi dalam merespon agenda lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Hasil penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan keinginan yang cukup tinggi dari profesi akuntan untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam merespon agenda lingkungan, namun terdapat konflik mengenai bagaimana peranan itu dapat diwujudkan secara konkret. Penelitian ini berusaha menangkap niat akuntan dalam menerapkan akuntansi lingkungan dan faktor-faktor yang mempengaruhi niat tersebut dengan menggunakan rerangka theory of planned behavior . Disamping itu, penelitian ini berusaha untuk menjawab bagaimana sikap akuntan terhadap informasi yang terlkait dengan lingkungan,dan sikap akuntan terhadap biaya-biaya polusi tipikal perusahaan.



Hasil empiris menunjukkan dukungan terhadap rerangka teori yang digunakan. Niat akuntan untuk mempertimbangkan infonnasi lingkungan dalam sistem akuntansi perusahaan dipengaruhi oleh



norma subjektif, sikap, dan kontrol keperilakuan persepsian terhadap akuntansi lingkungan. Akuntan menunjukkan sikap yang positif terhadap infonnasi yang terkait dengan lingkungan. Namun, sikap akuntan terhadap biaya-biaya polusi tipikal perusahaan tidak sesuai dengan spektrum biaya polusi yang mendasarinya .



Peranan akuntansi lebih lanjut dapat ditunjukkan dengan menggunakan rerangka pendekatan­ pendekatan pengendalian polusi. Regulasi atur dan awasi (command and control) dan instrumen pasar (market based instruments) merupakan dua pendekatan yang banyak digunakan , namun keduanya hanya mengatur hubungan antara perusahaan pemilik pabrik dan regulator {negara) . Namun era inforrnasi mengarah kepada pembentukan paradigma baru yang melibatkan kekuatan pasar dan masyarakat. Hasil empiris penelitian ini menunjukkan dukungan responden terhadap paradigma baru regulasi lingkungan . Hasil ini menunjukkan dukungan terhadap peranan akuntansi dalam regulasi polusi, dengan cara pengaturan infonnasi dalam bentuk standar akuntansi lingkungan.

The environmental degradation is responsibility of all parties and profession including accountants. Accounting is often benefiting for counting and justifying many projects that could environmentally harmful, although these are economically feasible. Accounting could participate in response to those environmental agendas which are getting worst. Previously research findings revealed high enough intention of accounting profession to participate actively in response to the environmental agendas, however there are conflicts concerning how it could be demonstrated in the



practice. This research aimed to capture accountants intention in application of environmental accounting and factors influencing these intention in the framework of theory of planned behavior. On the other hand, this research effort to answer accountants attitude to environmentally related information, and attitude toward typically company pollution costs. The empirical finding reveal supporting the theoretical framework used. Accountants intention considering environmental information in their company's accounting system influenced by subjective norms, attitude and perceived behavioral control toward environmental accounting. Accountants reveal positive attitudes toward environmentally related information. However, accountants attitude concerning typically company pollution costs are not conform with pollution costs spectrum basis. The role of accounting in pollution regulation could be revealed under the framework of pollution control approaches . Command and control regulation and market based instruments are two major approaches used, however these only set relationship between plants and regulatory body. Information era creates a new paradigm that consider market and community forces in environmental regulation. Evidences reveal that respondents have supported this new paradigm. So the role of accounting in pollution regulation could be supported by the regulation of accounting information in the form of environmental accounting standards.

Kata Kunci : : environmental accounting , pollution accounting, externality , internalization, environmental,akuntansi lingkungan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.