Laporkan Masalah

Pengaruh UKM Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

ROZIQIN, ADITYA KHOIRUR (Adv.: A. Tony Prasetiantono, Ph.D.), A. Tony Prasetiantono, Ph.D.

2012 | Skripsi | S1 Economics

Keberadaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sangat penting bagi pertumbuhan perekonomian nasional, karena peranannya yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan secara umum menyerap sampai 90 persen tenaga kerja. Masalah tenaga kerja dalam UKM di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) penting diteliti secara khusus karena Provinsi DIY merupakan provinsi yang minim sumber daya alam, sehingga mendorong munculnya sumber usaha kreatif yang mampu menciptakan banyak UKM-UKM bidang kerajinan yang mampu menyerap banyak tenaga kerja terutama di Provinsi DIY. Selain itu, posisi Provinsi DIYsebagai kota pelajar dan kota tujuan wisata utama kedua setelah Bali, memunculkan banyak UKM-UKM terutama yang bergerak di bidang pendidikan dan kuliner. Ini tentu akan berkontribusi signifikan dalam penyerapan tenaga kerja di Provinsi DIY.


Penelitian ini menggunakan data sekunder dan mengambil sampel data 34 kecamatan, dengan bentuk panel data. Data diperoleh dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) 5 kabupaten di Provinsi DIY. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran UKM terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi DIY. Kemudian hasil dari regresi panel data diinterpretasikan. Interpretasi masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini disertai dengan kutipan dari hasil wawancara dengan para pelaku UKM dan beberapa institusi yang terkait dengan UKM. Institusi tersebut diantaranya adalah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) DIY, Disperindagkop dan UKM DIY, serta Asosiasi Industri Permebelandan Kerajinan Indonesia (ASMINDO).

The existence of small and Medium Enterprises (SMEs) is vital for national economic growth, because its role is capable of creating jobs and generally absorb up to 90 percent of the workforce. Labor problems in SMEs in Yogyakarta Special Province (DIY) important under special scrutiny because it is the enterprise resource capable of creating many craft SMEs that are able to absorb many workers, especially DIY Province. In addition, the position of Provincial DIY as student city and the second mayor tourist destination after Bali, raises many SMEs are mainly engaged in education and culinary. This will certainly contribute significantly to the absorption of labor in the province of Yogyakarta.


This study uses secondary data and the data sampled 34 districts, with the form of panel data. Data obtained from the Department of Industry, Trade, Cooperatives and SMEs (Small and Medium Enterprises Disperindagkop) 5 districts in the Province of Yogyakarta. The purpose of this study was to determine the role of SMEs to employment in the Province of Yogyakarta. Then the panel regression results of the data are interpreted. Interpretation of each variable used in this study is accompanied by experts from interviews with SMEs and other institutions related to SMEs. These institutions include the National Crafts Council Area (Dekranasda) DIY Province, Province of DIY Disperindagkop and SMEs, as well as the Association of Indonesian Furniture and Handicraft Industry (ASMINDO) in DIY Province.

Kata Kunci : SMEs, employment, panel data.UKM, penyerapan tenaga kerja, panel data.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.