Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Rasio Impor-Domestik Barang Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

ROCHMAH, ROSYIDA. (Adv.: Ahmad Jamli, Drs. MA.), Ahmad Jamli, Drs. MA.

2014 | Skripsi | S1 Economics

Skripsi ini mengamati dan menjelaskan model pertumbuhan endogen pada perekonomian terbuka di mana tingkat pertumbuhan pendapatan adalah lebih tinggi jika barang modal luar negeri digunakan relatif lebih besar daripada barang modal domestik dalam total persediaan produksi barang modal.

Perdagangan internasional dengan persediaan barang modal luar negeri yang lebih murah akan meningkatkan efisiensi akumulasi barang modal dan pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan pendapatan terutama di negara sedang berkembang. Perdagangan internasional dengan kebijakan perdagangannya akan meningkatkan pertumbuhan pendapatan. Negara-negara yang berpenghasilan lebih rendah dengan mengimpor barang modal yang relatif lebih murah dari negara yang berpendapatan tinggi akan meningkatkan efisiensi akumulasi modal dan lebih jauh akan meningkatkan pertumbuhan pendapatan. Dalam model pertumbuhan enodogen oleh Rebelo (1991) pada perekonomian tertutup (perekonomian 2 sektor tanpa perdagangan antar negara) ditunjukkan bahwa tingkat tabungan yang optimal adalah lebih besar pada perekonomian yang lebih produktif Sedangkan pada perekonomian terbuka, negara maju dianggap telah mengalami masa industrialisasi dan tumbuh pada tingkat yang mantap dan stabil, sebaliknya negara kurang maju hanya memulai produksinya pada sektor barang modal yang dimilikinya. Teori perdagangan Heckscer Ohlin menganjurkan agar negara miskin modal mengkhususkan diri dalam produksi yang padat karya (intensif) dan mengekspornya untuk memperoleh produk-produk yang dihasilkan secara padat modal dari negara yang berpendapatan tinggi. Teori Ricardo menyatakan bahwa negara kurang maju memiliki keunggulan komparatif dalam barang modal sedangkan negara kurang maju memiliki keunggulan komparatif dalam barang konsumsi. Proses impor barang modal dari negara maju akan meningkatkan pertumbuhan negara kurang maju sedangkan negara kurang maju akan mendapat utilitas yang lebih tinggi dari mengimpor barang konsumsi yang lebih

murah.

Kata Kunci : Impor, Barang Modal, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.