Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap Peristiwa Politik Dalam Negeri (Event Study Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI)
Rizal Otoluwa Moch (Pembimbing: Drs. Agus Setiawan, S.Soc.Sc.), Drs. Agus Setiawan, S.Soc.Sc.
ABSTRAK
Pasar modal yang berfungsi sebagai wahana dalam memobilisasi dana masyarakat selain sistem perbankan tidak terlepas dari pengaruh berbagai faktor. Selain faktor internal yang berasal dari kinerja perusahaan yang tercatat di pasar modal(bursa efek), faktor eksternal baik yang berasal dari kinerja ekonomi makro ataupun faktor lain diluar ekonomi seperti peristiwa politik yang berkaitan dengan kondisi dan stabilitas politik keamanan suatu negara, turut mempengaruhi aktivitas di bursa efek. Peristiwa politik yang terjadi di dalam negeri, ditangkap oleh pelaku pasar
modal sebagai suatu informasi yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan dalam investasi. Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk menguji kandungan informasi (informational content) atau melakukan event study men genai reaksi pasar modal di Indonesia terhadap peristiwa politik dalam negeri. Peristiwa politik dalam negeri yang dijadikan event dalam penelitian ini adalah Peristiwa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tanggal 20 dan 21 Oktober 1999. Dengan menggunakan 36 saham yang tercatat di Bursa Efek Jakarta sebagai sampel penelitian, parameter yang digunakan dalam menganalisis reaksi pasar adalah abnormal return pada periode peristiwa, rata-rata abnormal return dan trading volume activity sebelum dan sesudah peristiwa pemili han Presiden dan Wakil Presiden RI. Dari hasil pengujian statistik, terdapat tiga hari bursa yang menghasilkan abnormal return yang signifikan selama periode peristiwa. Hal ini menunjukkan bahwa pasar bereaksi disekitar peristiwa, yang berarti peristiwa tersebut mengandung suatu informasi. Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa. Rata-rata abnormal return sebelum peristiwa lebih besar daripada
sesudah peristiwa, hal ini menunjukkan harga saham cepat menyesuaikan(terkoreksi) akibat informasi yang ditangkap sebelum peristiwa dan sikap euphoria pasar pada saat peristiwa. Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata trading volume activity sebelum dan sesudah peristiwa. Rata-rata trading volume activity sesudah peristiwa lebih besar dari pada sebelum peristiwa, hal ini menunjukkan peristiwa tersebut meningkatkan kepercayaan investor dalam melakukan investasi di pasar modal. Secara umum dapat disimpulkan bahwa aktivitas di pasar modal Indonesia khususnya Bursa Efek Jakarta termasuk sensitif terhadap munculnya berbagai informasi yang relevan, termasuk informasi politik.
Key words : abnormal return, trading volume activity & informational content.
Kata Kunci : Pengertian Pasar Modal dan Analis Investasi Saham, Hipotesis Pasar Efisien